Kawal Kasus Edy Mulyadi, Komisi III DPR Apresiasi Kinerja Polri

POLKAM  SELASA, 01 FEBRUARI 2022 | 16:30 WIB

Kawal Kasus Edy Mulyadi, Komisi III DPR Apresiasi Kinerja Polri

Net

Anggota Komisi III DPR Jazilul Fawaid mengapresiasi Polri atas langkah penetapan Edy Mulyadi sebagai tersangka dan menahannya dalam kasus ujaran kebencian SARA terkait pernyataannya yang mengibaratkan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur dengan 'tempat jin buang anak'. 

"Kita apresiasi kerja kepolisian," kata Jazilul Fawaid saat dihubungi, Selasa (2/1/2022).

Waketum PKB itu menyebut pihaknya selama ini terus mengawasi proses hukum terhadap Edy Mulyadi berjalan secara terbuka dan adil. Terlebih, kata dia, kasus yang menjerat Edy belakangan menjadi perhatian publik.

"Kita awasi proses hukum agar berjalan secara terbuka dan adil. Apalagi kasus ini menyita perhatian publik," ujarnya.

Menurutnya, apabila alat bukti kasus Edy Mulyadi telah terpenuhi, lantas dapat ditetapkan sebagai tersangka. "Kalau memang sudah terpenuhi minimal dua alat bukti, maka sudah bisa ditetapkan tersangkanya," lanjut dia.

Sebelumnya, polisi menetapkan Edy Mulyadi sebagai tersangka kasus ujaran kebencian SARA terkait pernyataannya soal Ibu Kota Negara baru di Kalimantan Timur 'tempat jin buang anak'. Edy dijerat pasal berlapis.

"Penyidik menetapkan status dari saksi menjadi tersangka. Kemudian, hasil pemeriksaan penetapan tersangka mendasari penerapan Pasal 45 a ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang ITE," ucap Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan, Senin (31/1).

"Setelah diperiksa sebagai tersangka yang berlangsung dari 16.30 sampai 18.30 WIB, untuk kepentingan penyidikan perkara dimaksud terhadap EM penyidik melakukan penangkapan dan dilanjutkan penahanan," tuturnya.

Ramadhan mengatakan Edy juga dijerat dengan Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 juncto Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 juncto Pasal 156 KUHP. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Edy Mulyadi langsung ditahan. [Irm]


Komentar Pembaca