PPP Akui Nyesal Pernah Dukung Ahok di Pilkada 2017

POLKAM  SELASA, 01 FEBRUARI 2022 | 02:10 WIB

PPP Akui Nyesal Pernah Dukung Ahok di Pilkada 2017

Ahok/Net

Dukungan PPP pada Pilkada DKI Jakarta 2017 terhadap pasangan nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok )-Djarot Saiful Hidayat menyisakan sesal yang mendalam.

DPW PPP DKI pun meminta maaf kepada masyarakat Jakarta, khususnya umat Islam. Hal itu disampaikan Sekretaris DPW PPP DKI Jakarta Najmi Mumtaza Rabbany alias Gus Najmi dalam acara istighosah dan doa bersama untuk almarhum Abraham Lunggana alias Haji Lulung di kantor DPW PPP DKI, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (30/1).

Gus Najmi mengakui insiden Pilkada DKI 2017 telah banyak menimbulkan kemarahan kader dan konstituen di akar rumput. Dalam beberapa waktu ke belakang PPP menghadapi kriris elektoral (paceklik politik). Hal tersebut salah satunya disebabkan karena PPP telah meninggalkan ulama dan habaib, bahkan keputusannya dianggap berseberangan dengan arahan ulama.

“Sebagai bentuk pertanggungjawaban moral, saya mewakili pengurus dan kader PPP DKI Jakarta dengan hati yang tulus memohon maaf dan ampunan kepada para ulama, habaib, serta seluruh umat Islam di Jakarta,” kata Gus Najmi.

Dia menegaskan komitmennya menjadikan Harlah PPP yang baru saja menginjak usianya ke-49 sebagai momentum bagi PPP kembali menjadi benteng politik umat Islam yaitu menjadikan partai politik yang memperjuangkan aspirasi (kepentingan) umat Islam, mengupayakan keadilan sehingga tidak ada saudara kita yang tertinggal dan menghadirkan laku politik Islam yang rahmatan lil‘alamin, membawa rahmat bagi seru sekalian alam.

“Momentum Harlah ke-49 yang baik ini, kami mengajak semua untuk melakukan hijrah politik, kembali kepangkuan para ulama sebagai bentuk ikhtiar untuk memperbaiki diri dan perwujudan dari sebuah pertaubatan,” ungkap Gus Najmi.

Politikus muda ini juga memohon bimbingan dan dukungan para ulama dan habaib Jakarta agar cita-cita mulia PPP untuk mewujudkan negara sejahtera yang adil dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilan segera terwujud di bumi Indonesia tercinta.

“Sekali lagi, momentum Harlah ke-49 ini mari kita memulai era baru dengan sebuah refleksi kritis dan empiris yang semoga menyadarkan kita akan tujuan mulia berpartai yang tak lekang dimakan waktu. Tak lapuk dimakan hujan dan menjadi elan vital yang terus mampu mereproduksi relevansi dan manfaatnya untuk dihidupkan dari generasi ke generasi. Sebuah pesan pengingat yang menjadi modalitas setiap kader PPP, terutama saya pribadi. Karena selain masjid atau rumah ibadah dan rumah sakit, partai politik adalah tempat ketiga yang dipenuhi oleh harapan. Politik sebagai wasilah,” paparnya.[tyo]


Komentar Pembaca