Agustiar Sabran: Janganlah Terpancing Emosi oleh Ucapan Edy Mulyadi

POLKAM  KAMIS, 27 JANUARI 2022 | 18:05 WIB | Aldi Rinaldi

Agustiar Sabran: Janganlah Terpancing Emosi oleh Ucapan Edy Mulyadi

Ucapan yang dilontarkan mantan calon legislatif (caleg) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Edi Mulyadi berbuntut panjang. Masyarkaat Adat Kalimantan tak terima penyataan yang dilontarkan Edy Mulyadi lewat unggahan video di media sosial tersebut.

Sehubungan itu, Anggota Komisi III DPR RI Agustiar Sabran mengingatkan masyarakat Kalimantan,  gar tidak terpancing emosi karena kasus Edy Mulyadi.

Sabran yang juga Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) mengaku bakal mengawal laporan masyarakat kepada Edy Mulyadi.

Dirinya juga mengingatkan jangan sampai peristiwa Sampit terulang kembali karena terlapor Edy Mulyadi akan diproses hukum.

"Kita harus belajar dari persoalan Sampit dimana lokusnya adalah Kalimantan. Jangan sampai terjadi lagi," kata Sabran dalam keteranggan, Kamis (27/1/2022).

Sabran Mengaku kerap mendengar informasi bahwa masyarakat Kalimantan ingin turun ke jalan namun dirinya selalu meredamnya.

"Mereka ini sebenarnya mau turun ke lapangan," ujarnya.

Sebelumya, Dewan Adat Dayak (DAD) meminta majelis adat Dayak Nasional menjatuhkan hukuman adat terhadap pegiat media sosial, Edy Mulyadi atas pernyataannya yang dinilai telah menghina masyarakat Kalimantan.

Selain menjatuhkan hukum adat, DAD bersama sejumlah organisasi masyarakat (ormas) dan organisasi kepemudaan (OKP) juga melaporkan mantan kader PKS itu ke Polda Kalimantan Barat (Kalbar), Selasa (25/1/2022).

Diberitakan sebelumnya, Edy Mulyadi membuat pernyataan yang kontroversial terkait pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) yang resmi disahkan ke Kalimantan Timur.  

Pernyataan Edy tersebut terlihat dalam sebuah video yang tetulis Edy Mulayadi (Caleg PKS) yang menghina warga kalimantan dan viral di media sosial (medsos). Video Edy tersebut viral berdasarkan unggahan Twitter @RiuRizki Utomo_.  

"Bisa memahami enggak, ini ada tempat sebuah elit, punya sendiri, yang harganya mahal, punya gedung sendiri, lalu dijual pindah ke tempat jin buang anak," ujar Edy Mulyadi.

Selain itu, Edy juga menyebutkan bahwa Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto seperti "macan yang jadi mengeong". [ros]


Komentar Pembaca