Teten Masduki ''Jatuh Cinta'' Pada Kopi Lombok

Ekonomi  KAMIS, 27 JANUARI 2022 | 10:56 WIB

Teten Masduki ''Jatuh Cinta'' Pada Kopi Lombok

net

Siapa yang tidak mengenal kopi Lombok, bahkan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki sangat terkesan. Menurutnya, kopi Lombok memiliki cita rasa yang khas dan sangat luar biasa.

Hal tersebut disampaikan Teten dalam acara Bincang Seputar Kopi bersama komunitas Kopi se-Pulau Lombok. Acara itu turut dihadiri Bupati Lombok Barat dan jajarannya, serta para pejabat eselon 1 Kementerian Koperasi dan UKM.

Dalam kesempatan tersebut, Teten Masduki meminta agar branding kopi Lombok dapat disatukan, sehingga Kopi Lombok cepat terkenal dan bisa diproduksi dalam jumlah besar.

"Kalau banyak branding tentu kurang menguntungkan, lebih baik brandnya satu tapi masif dan diproduksi massal," ujar Teten dalam keterangannya, Kamis (27/1/2022).

Teten juga mengatakan dengan satu brand ini nantinya komunitas komunitas kopi memproduksi dan memasarkan kopi dengan satu brand. Sehingga tidak terjadi saling perang antar komunitas kopi yang memiliki beragam brand.

Dia meminta agar hal ini cepat dikonsolidasikan sehingga pengembangan bisnis kopi bisa berjalan cepat dan masif. Tentu nanti masing-masing komunitas akan tergabung dalam koperasi sebagai wadah untuk pengembangan kopi dengan satu brand.

"Dengan satu brand ini maka pemasaran kopi semakin masif dan semua komunitas memproduksi kopi dengan satu brand dan satu standar untuk mencegah persaingan antar brand kopi dan mencegah biaya mahal," katanya lagi.

Menurut Teten, saat ini 96 persen kopi di pasar, diproduksi dan dihasilkan dari kebun rakyat. Kebun rakyat ini letaknya cukup sulit di hutan dan pegunungan. Hal ini terkadang menyebabkan tingginya harga produksi kopi, karena pupuk dan sebagainya hanya bisa diangkut menggunakan sepeda motor.

Hal ini berbeda dengan produksi kopi di Brazil, Vietnam dan Kolombia. Saat ini, harga kopi dunia 5,9 dolar, sementara kopi di Indonesia harganya 9 dolar.

"Karena biaya produksi cukup mahal menyebabkan harga kopi Indonesia lebih mahal dari negara lain. Tapi walaupun mahal banyak yang minat karena kopi kita rasanya beda dan istimewa," jelas Teten Masduki.

Sementara itu, Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid mengatakan, komunitas kopi di Lombok saat ini sedang bersemangat memproduksi kopi. Ini merupakan sesuatu yang positif dan menjadi modal besar dalam pengembangan kopi Lombok.

"Tentu kami bangga dengan para anak muda yang memiliki ide kreatif dalam memproduksi mesin roasting kopi modern berbasis android dan kami juga apresiasi pada para komunitas kopi yang sudah bekerja keras memproduksi kopi Lombok dengan cita rasa khas," tutupnya.[irm]

 


Komentar Pembaca