Al-Quran Terjemah Bahasa Palembang Berhasil Dirampungkan UIN Raden Fatah

Tentang Sumsel  KAMIS, 27 JANUARI 2022 | 10:30 WIB | Irmayani

Al-Quran Terjemah Bahasa Palembang Berhasil Dirampungkan UIN Raden Fatah

net

Al-Quran dengan terjemahan bahasa daerah Palembang terlah berhasil dirampungkan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang bersama akademisi, ulama serta tokoh masyarakat di Palembang.

Dalam proses penerjamah tersebut, sebanyak 20 orang dilibatkan yang diketuai oleh Alfin Julizun Azwar Dosen UIN Raden Fatah. Bahasa Palembang yang dimasukkan dalam Al-Quran juga merupakan bahasa asli atau halus dari nenek moyang yang hampir jarang digunakan sekarang.

"Hanya ada 70 eksemplar atau kurang lebih 15 Juz pada cetakan awal, pada peluncuran hari ini Al-Quran hanya dibagikan kepada beberapa institusi dan masyarakat. Alhamdulillah selesai.” ujar Rektor UIN Raden Fatah Prof. Dr. Nyayu Khodijah, M.Si usai Desiminasi dan menerima langsung terjemahan Al Quran dalam bahasa Palembang, di Kampus B Jakabaring UIN Raden Fatah, Rabu (26/1/2022)

Ia menjelaskan, pihaknya telah berhasil menerjemahkan Al-Quran ke dalam bahasa daerah Palembang dengan proses 1 tahun. Kreasi awal penciptaan Al-Quran dimulai dengan sebuah ide yang diluncurkan Februari 2018 lalu dengan menggandeng langsung Kementerian Agama Republik Indonesia.

“Sebelum 2018 sebenarnya kami punya ide seperti itu, tapi belum terealisasi. Tahun 2018 kebetulan ada tawaran dari Puslitbang Sastra Keagamaan khususnya dari Badan Litbang Kemenag RI, Alhamdulillah proses penerjemahan selesai dalam waktu setahun,” jelasnya.

Dalam prosesnya, lanjut Nyayu, UIN juga melibatkan akademisi, ulama dan tokoh masyarakat di Palembang. Mengingat penerjemahan Alquran sangat membutuhkan peran orang-orang yang berkompeten di bidangnya masing-masing. Tim mulai melakukan proses validasi dan penyuntingan yang kemudian berhasil dicetak pada tahun 2020. Bahasa Palembang yang termasuk dalam Al-Quran juga merupakan bahasa asli atau halus para leluhur yang kini hampir jarang digunakan.

“Hanya 70 eksemplar pada cetakan awal, pada peluncuran hari ini Al-Quran hanya dibagikan ke beberapa instansi dan masyarakat,” jelasnya.

Ia melanjutkan, ke depan Rektor UIN akan terus mendorong kerjasama dengan berbagai instansi untuk memperbanyak cetakan Al-Quran bahasa daerah pertama ini, yang dipastikan memiliki dua jenis cetakan, yaitu Hardcopy dan E-book.

Untuk versi cetak, pihaknya akan mengupayakan kerjasama dan akan menawarkan kepada pemerintah khususnya dinas kebudayaan, pariwisata dan pendidikan yang mungkin bersedia membantu menambah versi cetak agar dapat diberikan kepada masyarakat.

“Untuk versi PDF, kami akan coba kerjasamakan dengan Badan Litbang Kemenag,” ujarnya. [irm]


Komentar Pembaca
Alhamdulillah Indonesia Punya Vaksin

Alhamdulillah Indonesia Punya Vaksin

Senin, 27 Juni 2022 | 21:12

Hotman Paris Sowan Ke Ketua Mui

Hotman Paris Sowan Ke Ketua Mui

Senin, 27 Juni 2022 | 13:05