Bappenas Ingin Jadikan IKN Nusantara Ruang Investasi Baru

Ekonomi  KAMIS, 27 JANUARI 2022 | 05:15 WIB

Bappenas Ingin Jadikan IKN Nusantara Ruang Investasi Baru

IKN Nusantara/Net

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) ingin Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kabupaten Penajam Paser, Kalimantan Timur (Kaltim) dapat menjadi ruang investasi baru untuk jangka menengah maupun panjang.

"Pemindahan ibu kota ini sebagai ranah investasi tidak hanya untuk pemerintah tetapi justru kita ingin memberikan, fasilitasi, investasi jangka menengah dan panjang," kata Deputi Bidang Ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Amalia Adininggar Widyasanti dalam Indonesia Economic Outlook 2022 dikutip dari Antara, Rabu (26/1).

Ia menyampaikan pemindahan ibu kota negara ke Kaltim dapat menciptakan ekonomi baru guna menyeimbangkan ekonomi antar wilayah di Indonesia.

"Investasi dan ekspor akan menjadi kunci pemulihan. Artinya di tengah-tengah kita pulih, kita pemerintah harus memberikan fasilitas yang bagus, playing field yang besar untuk para investor berinvestasi di Indonesia," ujarnya.

Tak hanya itu, IKN diharapkan dapat membangun identitas nasional yang baru sebagai ibu kota yang cerdas, hijau, indah, berkelanjutan, modern, dan berstandar internasional. Upaya tersebut diharapkan juga dapat menjadi bagian dari percepatan pemulihan ekonomi pasca pandemi.

"Yang bisa mendorong bergeraknya ekonomi di IKN adalah salah satunya pembangunan infrastruktur, termasuk infrastruktur logistik, infrastruktur dasar maupun infrastruktur pendukung lainnya," jelas Amalia.

Pemerintah juga mempersiapkan strategi pengembangan ekonomi di wilayah ibu kota baru, di mana Samarinda dan Balikpapan akan menjadi kota pendukung.

Menurutnya, Samarinda akan menjadi pusat sektor energi yang berkelanjutan dan menjadi basis manufaktur untuk energi terbarukan. Sementara, Balikpapan akan menjadi simpul proses hilirisasi industri pengolahan minyak dan gas menjadi produk petrokimia.

Lebih lanjut, wilayah di sekitar IKN akan dikembangkan menjadi enam klaster antara lain klaster industri teknologi bersih, klaster farmasi terintegrasi, klaster pertanian berkelanjutan, klaster ekowisata, klaster bahan kimia dan produk kimia, dan klaster energi rendah karbon.[tyo]


Komentar Pembaca