Kadisdag Sumsel: Kembalikan Stok Minyak Goreng Lama ke Distributor

Ekonomi  RABU, 26 JANUARI 2022 | 18:50 WIB

Kadisdag Sumsel: Kembalikan Stok Minyak Goreng Lama ke Distributor

Para pedagang minyak goreng di pasar tradisional di seluruh Indonesia tengah kebingungan. Karena Pemerintah menerapkan Minyak Goreng 1 Harga yaitu Rp14.000 per kg. Padahal para pedagang sudah telanjur membeli minyak dari distributor dengan harga yang tinggi.

Hal itu membuat para pedagang di pasar-pasar tradisional tidak bisa menjual minyak goreng Rp14.000 sesuai peraturan pemerintah. Kondisi ini pula yang terjadi di semua pasar tradisional di Provinsi Sumatera Selatan.

Menanggapi hal tersebut, Kepada Dinas Perdagangan Sumsel Ahmad Rizali meminta, para pedagang untuk mengembalikan stok minyak goreng lama mereka kepada Distributor. Agar diganti dengan minyak goreng dengan harga yang baru.

“Pedagang bisa langsung mengembalikan stok yang lama kepada distributor,” katanya seperti dilansir infosumsel.ID, Rabu (26/1/2022).

Dirinya menegaskan para pedagang tidak perlu khawatir akan stock lama karena pemerintah bersama distributor telah menjalin kesepakatan terkait stock lama akan diganti dengan stock baru kepada pedagang pasar tradisional sesuai dengan harga yang telah diterapkan pemerintah saat ini.

“Sebenarnya kalau masalah stok lama itu nantinya kembali kepada distributor, mereka juga harus memasukkan stok yang baru kepada para pedagang,” jelasnya.

Dijelaskannya, untuk implementasi awal harga migrasi di pasar tradisional, masih banyak pemain yang kaget dan khawatir akan mengalami kerugian. Untuk itu, ia menjelaskan bahwa dalam waktu seminggu akan berjalan sesuai dengan apa yang diterapkan.

"Ini baru hari pertama ya, nanti juga normal lagi," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, nantinya akan ada sosialisasi kepada pelaku pasar tradisional terkait penjualan harga migrain kemasan. Sebelumnya, kata Rizali, pihaknya juga bekerja sama dengan para pedagang yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) dan Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) Provinsi Sumsel, untuk melakukan pengawasan di masing-masing pasar.

“Kami akan sosialisasikan kembali, jika masih ada yang tidak mengajukan maka akan kami tindak lanjuti,” jelasnya.
 
Untuk itu, dia mengimbau kepada para pedagang dan masyarakat agar tidak panik membeli (panic buying) dalam menyikapi penurunan harga minyak.

“Tidak perlu khawatir karena untuk enam bulan ke depan, Sumsel sudah menyiapkan sekitar 45 juta ton minyak goreng, sedangkan kisaran yang diberikan 8 juta liter setiap bulannya,” katanya.[ros]


Komentar Pembaca