Edy Rahmayadi Menyebut Kerangkeng Manusia di Langkat Baik, Tapi...

Daerah  RABU, 26 JANUARI 2022 | 15:40 WIB

Edy Rahmayadi Menyebut Kerangkeng Manusia di Langkat Baik, Tapi...

net

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi mengirimkan tim untuk mengecek soal kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangin Angin. Gubsu Edy mengatakan Terbit memiliki niat baik dengan membangun kerangkeng itu.

"Dari tim yang saya berangkat, benar adanya kerangkeng itu untuk membantu orang orang yang narkoba. Secara niatnya bagus," kata Edy di Medan, Rabu (26/1/2022).

Meski niatnya baik, Edy mengatakan tempat itu harusnya memiliki izin. Selain itu, tempat itu juga harusnya memiliki dokter.

"Tetapi, itu kan harus izin, harus disiapkan dengan perangkat aturan untuk menyehatkan orang lain. Ada dokter, ada makanan, dan itu diatur semua," ucapnya.

"Apapun alasannya, niatnya baik. Perkara hukum silahkan pihak hukum," tambahnya.

Edy juga mengomentari soal Terbit yang memelihara seekor orang utan. Menurutnya, hal itu tidak boleh dilakukan.

"Janganlah, kalau sudah dilindungi harus ikut aturan. Saya senang dengan binatang, sudah banyak orang mengecek tempat binatang saya, tapi pastikan binatang yang tidak boleh, tidak boleh juga saya memeliharanya," ujarnya.

Tak Penuhi Syarat Tempat Rehabilitasi

Seperti diketahui, publik digegerkan oleh penemuan kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangin Angin, yang disebut sebagai tempat rehabilitasi narkoba yang dibuat sang kepala daerah secara pribadi. BNN memastikan kerangkeng tersebut bukanlah tempat rehabilitasi.

"Pusat menyatakan bahwa kerangkeng itu bukan tempat rehab, kenapa kita nyatakan bukan tempat rehab, rehab itu ada namanya persyaratan materiil dan formil," kata Kepala Biro Humas dan Protokol Brigjen Sulistyo Pudjo Hartono saat dihubungi, Selasa (25/1).

Ia mengatakan tempat rehabilitasi itu harus ada syarat formil dan syarat materiil. Adapun syarat formil yang harus dipenuhi seperti izin lokasi, izin mendirikan bangunan, dan izin operasional yang dikeluarkan oleh dinas.

Selain itu, syarat materiil misalnya harus ada lokasi, harus ada program rehabilitasi seperti 3 bulan, 4 bulan, 6 bulan, tergantung jenis narkoba yang digunakan, apakah sabu, ganja, dan sebagainya. Kemudian, syarat materiil lainnya misalnya berapa jumlah dokter jiwa, psikiater, dokter umum, pelayanannya, dan kelayakan ruangan.

Ia mengatakan tempat rehabilitasi harus jelas memiliki program pembinaan dan rehabilitasi. Sebab tidak ada program rehabilitasi yang mengharuskan orang untuk bekerja di kebun sawit.

BNN mempertanyakan tujuan tempat kerangkeng tersebut. Sebab tempat kerangkeng harus memiliki izin dan syarat formil dan materiil yang jelas.

Motif Bupati Bikin Kerangkeng

Dalam wawancara langsung yang diunggah di kanal resmi Pemkab Langkat pada 27 Maret 2021, kerangkeng itu disebut oleh Terbit dibuat untuk tempat pembinaan pecandu narkoba. Wawancara itu dilakukan sebelum Terbit terjerat kasus suap.

"Itu bukan rehabilitasi, itu adalah pembinaan yang saya buat selama ini untuk membina bagi masyarakat yang penyalahgunaan narkoba. Itu namanya bukan rehabilitasi, hanya pembinaan namanya itu. Tempat pembinaan yang kita lakukan," ujar Terbit dalam video seperti dilihat Rabu (26/1).

Ia menjelaskan kerangkeng manusia itu sudah dibangun 10 tahun lalu. Kerangkeng itu dibuat atas inisiatif keluarga.

Terbit menyebut melakukan pembinaan warga secara gratis. Warga yang masuk, menurutnya ada yang diantar langsung pihak keluarga atau diminta untuk dijemput oleh keluarga pecandu narkoba.

Kini kerangkeng milik Terbit tengah diusut pihak kepolisian atas dugaan praktik perbudakan dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Polisi tengah memeriksa 11 orang. [irm]


Komentar Pembaca
Tragedi Tersengat Listrik Saat Pengajian

Tragedi Tersengat Listrik Saat Pengajian

Selasa, 09 Agustus 2022 | 13:10

Paylater Haram!!!

Paylater Haram!!!

Selasa, 09 Agustus 2022 | 13:08