Masya Allah! Begini Cara Pemimpin Sejati Mengoreksi Diri

Inspirasi Islam  MINGGU, 23 JANUARI 2022 | 16:44 WIB

Masya Allah! Begini Cara Pemimpin Sejati Mengoreksi Diri

Salah seorang sahabat Rasulullah SAW yang terdekat adalah Sayyidina Umar bin Khattab ra. Di samping sahabat, Sayyidina Umar bin Khattab ra merupakan mertua Rasulullah SAW.

Sahabat satu ini dikenal sebagai orang yang sangat teguh memegang prinsip. Sayyidina Umar bin Khattab dikenal tangguh, keras, dan memiliki pendirian yang kuat. Ia khalifah kedua, berkuasa setelah Sayyidina Abubakar Asshiddiq wafat. Kendati demikian, ia bukan orang yang merasa benar selalu. Ia merasa sebagai manusia biasa yang memiliki kekurangan.

Dilansir dari laman nu.or.id, Minggu (23/1/2022), Sayyidina Umar ra bahkan mendoakan orang-orang yang mengoreksi dirinya dan menunjukkan kekurangannya, sebagaimana dikutip oleh Imam Al-Ghazali berikut ini:
 رَحِمَ اللهُ امْرَأً أَهْدَى إِلَيَّ عُيُوْبِي

Artinya: “Semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepada orang menunjuki kekuranganku,” (Abu Hamid Al-Ghazali, Ihya’ Ulumiddin, [Beirut, Darul Fikr: 2018 M/1439 H-1440 H], juz III, halaman 69).

Sayyidina Umar ra tidak segan meminta masukan secara jujur kepada sahabatnya untuk mengoreksi dirinya. Ia menanyakan kepada sahabat di mana letak kekurangan dirinya, baik yang bersifat pribadi maupun kebijakan publik.

Suatu hari ia meminta sahabat Salman ra untuk menunjukkan kekurangan dirinya. Ketika Salman ra datang, Sayyidina Umar ra berkata, “Kabar apa terkait diriku yang sampai kepadamu dan kamu tidak suka?”

“Ku dengar kamu memiliki dua jenis lauk dalam sebuah meja makan dan memiliki pakaian bagus yang dipakai siang dan malam,” jawab Salman ra.

“Apakah ada lagi selain itu?” kata Umar ra.

“Tidak,” kata Salman ra.

“Baiklah, dua ini cukup,” kata Umar ra.

Sayyidina Umar ra juga pernah meminta sahabat Hudzaifah ra untuk memberikan catatan perihal dirinya.

“Wahai Hudzaifah, kamu adalah sahabat dekat Rasulullah SAW perihal menghadapi orang-orang munafik. Apakah kau melihat tanda-tanda orang munafik pada diriku?” tanya Sayyidina Umar ra.

Sayyidina Umar bin Khattab ra, kata Imam Al-Ghazali, adalah sahabat terkemuka Rasulullah SAW yang dijamin masuk surga. Di tengah kedudukannya yang mulia dan pangkatnya yang tinggi itu, ia tetap mencurigai dirinya sendiri dan tidak segan meminta pertolongan orang lain untuk menunjukkan kekurangan dirinya.

Cara Sayyidina Umar bin Khattab ra dimasukkan oleh Imam Al-Ghazali sebagai cara kedua untuk menilai aib dan kekurangan diri kita sendiri. Yakni sebuah cara dengan mencari sahabat jujur yang dapat dipercaya, religius, dan taat pada nilai-nilai agama yang dapat melihat kekurangan kita dan mengamati perilaku kita baik lahir maupun batin, serta memperhatikannya.

Sayyidina Umar bin Khattab ra dan orang seperti Sayyidina Umar ra akan mendoakan orang yang memberitahukan aibnya. Ia akan senang kalau ada sahabat yang mengoreksi kekurangannya. [ros]

 


Komentar Pembaca