Lonjakan Covid-19 Bikin Jepang Bakal Perluas Aturan Pembatasan

Internasional  KAMIS, 20 JANUARI 2022 | 03:15 WIB | Sunarya Sultan

Lonjakan Covid-19 Bikin Jepang Bakal Perluas Aturan Pembatasan

Net

MoeslimChoice | Di tengah lonjakan Covid-19 varian Omicron, Jepang siap memperluas aturan pembatasan ke sejumlah wilayahnya, termasuk Tokyo.

Jepang akan mulai memberlakukan langkah-langkah yang disebut kuasi-darurat itu untuk membatasi mobilitas dan kegiatan bisnis. Aturan itu akan memangkas jam operasional bar dan restoran, serta melarang penjualan alkohol.

"Meski langkah-langkah tersebut tidak akan seefektif ketika jumlahnya lebih kecil, saya pikir mereka masih dapat memitigasi banyak hal," kata Gautam Deshpande, dokter di Rumah Sakit Internasional St Luke di Tokyo, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (19/1/2022).

Aturan yang sudah berlaku di tiga wilayah ini rencananya akan dimulai pada 13 Februari mendatang.

Sebagai informasi, Jepang telah mencatat lebih dari 32.000 kasus Covid-19 pada Selasa (18/1/2022). Angka ini merupakan yang tertinggi dibandingkan jumlah kasus pada Agustus lalu, tak lama setelah Tokyo menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas.

Hingga Rabu (19/1/2022), Tokyo mencatat rekor harian baru dengan 7.377 kasus, serupa dengan prefektur barat Osaka yang mencatat lebih dari 6.000 kasus.

Sejak pandemi, total sudah empat kali Jepang mengumumkan status keadaan darurat di negaranya.

Meski Omicron dinilai tak begitu parah, namun para pakar kesehatan khawatir gelombang varian ini, yang dikenal lebih menular, dapat menyebabkan sistem perawatan kesehatan kewalahan.

Setidaknya, sekitar 80 persen populasi penduduk di negara itu sudah mendapatkan vaksinasi.

Berdasarkan data, jumlah kasus rawat inap di Jepang naik menjadi 23,4 persen pada Selasa. Bila kasus ini meningkat hingga 50 persen, para pejabat memastikan Jepang akan menetapkan keadaan darurat penuh. [ary]


Komentar Pembaca