Indonesia Punya 8 Gunung Api Bawah Laut, Seperti Tonga Juga Ada

Kajian  SENIN, 17 JANUARI 2022 | 13:09 WIB | Rahmad Romli

Indonesia Punya 8 Gunung Api Bawah Laut, Seperti Tonga Juga Ada

foto engadge

MoeslimChoice. Gunung berapi bawah laut, Hunga Tonga-Hunga Ha'apai  yang berada di wilayah Kepulauan Samoa meletus pada Sabtu (15/1) sempat membuat heboh karena mengakibatkan bencana tsunami hingga meluas ke beberapa wilayah negara. Ternyata letusan gunung api itu bisa saja terjadi di Indonesia bahkan lebih banyak lagi.

Seperti beberapa waktu lalu, Badan Informasi Geospasial (BIG) sempat mengumumkan sekaligus mengkaji terkait temua baru mereka sekaligus mendeteksi soal adanya delapan gunung api bawah laut di Indonesia.

Koordinator Pemetaan Kelautan Badan Informasi Geospasial, Fajar Mugiarto mengungkapkan, 8 gunung api bawah laut itu berada di wilayah Nusa Tenggara Timur, Sumatera dan Sulawesi Utara. Namun demikian, untuk memastikan apakah gunung bawah laut itu aktif atau tidak, perlu penelitian lebih lanjut oleh kementerian dan lembaga lain.

Namun dari aspek geometri, 8 gunung api yang ditelaah ini dapat dikategorikan sebagai gunung bawah laut karena memiliki ketinggian lebih dari seribu meter dan bentuknya kerucut.

Sementara dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat ada enam gunung berapi bawah laut di Indonesia yang diperkirakan masih aktif. Bahkan dua diantaranya pernah meletus seperti di Tonga.

Gunung api bawah laut yang tercata di PVMBG yakni Gunung Sangir dan Banua Wuhu yang terletak di Perairan Sangir. Kemudian gunung Emperor of China dan Nieuwekerk di perairan Maluku. Terakhir Gunung Yersey dan Hobal di perairan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala PVMBG Andiani menyebut bahwa dua dari enam gunung api tersebut pernah menyebabkan gelombang tsunami di Indonesia saat terjadi letusan yakni Gunung Hobal dan Banua.

Hanynya saja aktivitas gunung api tersebut tak memiliki dampak besar terhadap terjadinya tsunami di nusantara. Dimana  letak kawah gunung api itu di bawah permukaan laut yang sangat dalam yakni sekitar 500 meter.

"Maka berdasarkan catatan atau bukti sejarah menunjukkan dampak yang kecil untuk terjadi tsunami," ucapnya. [rhd]


Komentar Pembaca