Karena Banjir Parah, Pemkot Palembang Akan Digugat

Tentang Sumsel  SENIN, 27 DESEMBER 2021 | 16:00 WIB

Karena Banjir Parah, Pemkot Palembang Akan Digugat

Net

Pemerintah Kota Palembang akan digugat Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Selatan karena dianggap telah gagal dalam menata kota sehingga terjadi banjir parah, terutama pada 25 Desember 2021.

Direktur Eksekutif WALHI Sumsel, Hairul Sobri mengatakan, pihaknya masih berkoordinasi dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) terkait gugatan tersebut.

"Insya Allah [akan menggugat Pemkot Palembang], ini kita lagi koordinasi dengan LBH, mudah mudahan dalam 1 atau 2 hari ini kita buat somasi," kata Hairul, Senin (27/12).

Hairul berkata banjir yang terjadi pada 25 Desember merupakan yang terparah selama 10 tahun terakhir di Palembang. Pasalnya, banjir terjadi di banyak titik yang sebelumnya tidak pernah banjir. Selain itu, banjir pada hari itu juga menelan korban jiwa.

"Wilayah banjirnya luas dan dalam. Bahkan beberapa titik yang enggak banjir jadi banjir. Ada yang meninggal juga kesetrum," ujarnya.

Dalam banjir tersebut, menurut Walhi Sumsel, Pemkot Palembang abai dalam pemenuhan daya dukung dan tampung lingkungan hidup. Selain itu, Pemkot juga menjadi aktor utama pelanggaran tata ruang.

Terakhir, Walhi Sumsel juga berpendapat bahwa Pemkot Palembang tak mampu melindungi rawa yang masif beralih fungsi. Sehingga, kata Hairul, Pemkot Palembang patut untuk digugat.

Pihaknya juga berharap, warga yang terdampak langsung dapat turut serta dalam gugatan tersebut. Sehingga, pihak yang menggugat tidak hanya organisasinya.

"Kita berharap kejadian banjir besar kemarin mendorong warga Palembang juga komponen masyarakat menggugat," ucap dia.

Hairul mengaku pihaknya belum menentukan apakah akan menggunakan jenis class action atau citizen lawsuit. Ia menyebut akan mendiskusikan terlebih dahulu dengan beberapa pihak terkait.

"Sore ini baru mau kita diskusikan," ucapnya.

Sebelumnya, sekitar 250 orang dievakuasi akibat banjir di Palembang pada 25 Desember. Selain itu, banjir tersebut juga menelan korban jiwa. Seorang pengemudi ojek online juga terseret oleh banjir itu dan seorang dosen tersengat listrik. [Irm]


Komentar Pembaca