Resmikan Gedung PP DMI, Jokowi Nostalgia dengan Jusuf Kalla

Inspirasi Islam  JUMAT, 24 DESEMBER 2021 | 21:04 WIB

Resmikan Gedung PP DMI, Jokowi Nostalgia dengan Jusuf Kalla

Net

Saat peresmian gedung PP Dewan Masjid Indonesia (DMI), Presiden Joko Widodo (Jokowi) bernostalgia dengan mantan wakilnya, Jusuf Kalla. Gedung baru itu adalah sitaan kasus BLBI

Seperti disiarkan oleh akun YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (24/12/2021), Presiden Jokowi mengenakan kemeja hitam. Kursi Presiden berada di samping kursi JK, yang merupakan Ketua Umum PP DMI.

Di acara tersebut, hadir pula Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Nama Anies disebut oleh pembawa acara hadir di acara tersebut.

Kehadiran Anies tidak disorot oleh kamera dari depan. Namun, dari kamera belakang, terlihat Anies duduk sejajar dengan Jokowi, diselang oleh satu kursi. Anies duduk di pojok depan sebelah kanan.

Jokowi pun mengunggah acara peresmian di akun Instagramnya. Jusuf Kalla dan Anies Baswedan berdiri di kiri dan kanan Presiden Jokowi. Baik JK dan Anies Baswedan berdiri di barisan depan bersama sang kepala negara. Di belakang Jokowi, ada Mensesneg Pratikno dan beberapa orang lainnya.

Hibah dari Sitaan Kasus BLBI
Gedung yang dihibahkan kepada DMI merupakan sitaan dari kasus BLBI. Sebelum diserahkan, gedung ini telah diambil oleh Kementerian Keuangan.

"Jadi alhamdulillah, setelah dilihat-lihat, di mana-mana, lokasi yang paling baik dapat dan dari ini tanahnya BLBI yang sudah diambil oleh Kementerian Keuangan dan cocok di sini (Matraman)," ucap Jokowi saat sambutan peresmian gedung DMI.

Menurut Jokowi, Ketua Umum DMI Jusuf Kalla-lah yang memilih sendiri lokasi tersebut. Lokasi tersebut pun, menurut Jokowi, strategis.

"Di Jalan Matraman cocok, karena dekat dengan kantor IPHI, kantor PBNU dekat, kantor PW Muhammadiyah sekitar sini, menurut saya dekat dengan DMI juga. Dekat dengan kantor MUI. Cocok sekali, Pak JK yang memilih," kata Jokowi.

Hibah gedung ini menjadikan DMI tak perlu lagi berpindah-pindah sekretariat. Sebelumnya, sudah berpuluh tahun DMI tidak memiliki sekretariat tetap dan harus mengontrak.

"Saat beliau (JK) menjadi wakil presiden, beliau bercerita kepada saya, 'Pak, ini kantor DMI ini sudah hampir 50 tahun belum memiliki kantor sendiri, sudah 5 kali berpindah-pindah kantornya selama saya menjadi ketua,'" katanya.

JK menyebut bahwa masjid jangan hanya dimakmurkan. Masjid harus memiliki peran di masyarakat.

"Memakmurkan dan dimakmurkan. Bagaimana masjid memakmurkan masyarakat. Kita punya keterbelakangan bidang ekonomi. Masjid boleh indah, tapi kita lihat rumah sekitar perlu dibantu," kata JK dalam sambutannya seperti disiarkan oleh YouTube Sekretariat Presiden.

Selanjutnya, Presiden berharap masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tapi juga menjadi tempat beberapa kegiatan di masyarakat.

"Bukan hanya sebagai tempat beribadah, tapi juga berfungsi sebagai pusat pendidikan, pusat dakwah yang mencerdaskan," kata Jokowi.

"Dan juga berfungsi untuk tempat musyawarah untuk membangun persatuan untuk memperkokoh kebangsaan, dan juga pusat pengembangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," kata Jokowi. [Irm]


Komentar Pembaca