PEMILIHAN KETUM PBNU BERLANGSUNG DUA TAHAP

MCTV  JUMAT, 24 DESEMBER 2021 | 12:04 WIB | MCTV

KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya berhasil menyingkirkan kompetitornya Said Aqil Siradj dalam pemilihan Ketua Umum PBNU di Muktamar ke-34 NU, Lampung. Dengan demkian Gus Yahya berhak untuk memimpin PBNU untuk lima tahun mendatang. 

Gus Yahya memperoleh 337 suara. Sedangkan Said Aqil hanya 210. 1 tidak sah. 

Berdasarkan ketentuan AD/ART PBNU, dua orang kandidat yang meraih suara terbanyak yaitu KH Said Aqil Siradj dan Gus Yahya bisa melanjutkan ke proses berikutnya yaitu pemilihan calon Ketua Umum PBNU.

Proses pemungutan suara di Muktamar ke-34 NU dilakukan dua tahap. Pemilihan tahap pertama berlangsung sejak pukul 02.00 dini hari hingga pukul 06.00 pagi. Dalam proses ini, muncul beberapa nama sebagai bakal calon, seperti KH As'ad Said Ali dan KH Marzuki Mustamar. 

Namun, hanya Gus Yahya dan Kiai Said yang lolos untuk maju dalam tahap kedua sebagai calon Ketum PBNU, setelah mendapat lebih dari 99 suara. Dalam pemilihan tahap pertama ini, Gus Yahya memperoleh 327 suara dan Kiai Said mendapatkan 203 suara. 

Setelah Gus Yahya dan Kiai Said menyatakan kesediannya, kemudian pimpinan sidang, Muhammad Nuh, bersama kedua calon bermusyawarah dengan Rais Aam PBNU terpilih, KH Miftachul Akhyar. 

"Sesuai dengan tatib, kami pimpinan sidang akan silaturrahim dengan Rais Aam terpilih untuk memberikan rekomendasi atau persetujuan tentang dua calon yang tadi alhamdulillah beliau berdua sudah menyampaikan kesediannya," Muhammad Nuh, pimpinan sidang.

Setelah mendapatkan persetujuan dari Rais Aam, Gus Yahya dan Kiai Said kemudian bersaing memperebutkan suara muktamirin pada proses pemilihan tahap kedua yang berlangsung sejak pukul 06.40 sampai 09.30 WIB. 

Setelah dilakukan penghitungan suara, akhirnya Gus Yahya resmi terpilih sebagai Ketua Umum PBNU untuk periode 2021-2026.


Komentar Pembaca