Wapres Minta MUI Tak Bangun Usaha yang Kembangkan Ekonomi Syariah

Ekonomi Syariah  MINGGU, 12 DESEMBER 2021 | 20:10 WIB

Wapres Minta MUI Tak Bangun Usaha yang Kembangkan Ekonomi Syariah

Wapres Ma'ruf Amin/Net

Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk tidak membangun usaha dalam mengembangkan ekonomi syariah di Tanah Air. Alih-alih demikian, akan lebih baik jika MUI mengembangkan para pengusahanya lebih dulu.

"Jangan membangun usahanya, tapi mengembangkan para pengusahanya," ujar Ma'ruf di Penutupan Kongres Ekonomi Umat ke-2 MUI 2021, Minggu (12/12).

Ma'ruf memberi gambaran kondisi ini ibarat sebuah bus. Menurutnya, bus tidak akan memberi manfaat bila tidak ada penumpang yang bisa diangkut.

Maka dari itu, sambungnya, MUI sebagai bus perlu menciptakan penumpangnya. Caranya, dengan mendirikan pusat inkubasi bisnis di berbagai daerah.

Dengan begitu, para pengusaha akan lahir satu per satu. Selanjutnya, mereka akan mendirikan usahanya sendiri dan berkontribusi bagi perekonomian umat.

"Maka salah satu yang harus dilakukan oleh MUI adalah mendirikan dan mengembangkan pusat-pusat inkubasi bisnis di berbagai daerah," ucapnya.

Lebih lanjut, Ma'ruf berharap pusat inkubasi bisnis di daerah bisa membuat berbagai terobosan dan inovasi lahir. Khususnya, inovasi dalam pengembangan produk-produk halal, sehingga Indonesia bisa menjadi pusat industri halal di dunia pada 2024.

"Dan seperti halnya ekonomi konvensional, ekonomi syariah yang ingin kita bangun adalah ekonomi yang inklusif. Kita ingin melihat pertumbuhan ekonomi yang bisa mengurangi ketimpangan baik dari sisi pendapatan, gender, maupun wilayah," ungkapnya.

Harapannya, pengembangan pusat industri halal dan ekonomi serta keuangan syariah di dalam negeri bisa menghapus kemiskinan di Indonesia. Selain itu, bisa meningkatkan ekonomi UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

"Selain inklusif, ekonomi yang ingin kita bangun ke depan adalah ekonomi yang ramah lingkungan mengingat tantangan terbesar abad ke-21 adalah perubahan iklim," imbuhnya.

Menurutnya, hal ini juga penting karena perubahan iklim yang berujung bencana bisa berdampak buruk bagi berbagai sektor.[tyo]


Komentar Pembaca