Relawan Kesulitan Cari Korban Hilang Dampak Erupsi Gunung Semeru, Karena...

Daerah  SELASA, 07 DESEMBER 2021 | 08:40 WIB

Relawan Kesulitan Cari Korban Hilang Dampak Erupsi Gunung Semeru, Karena...

Net

Sejumlah relawan mulai melakukan pencarian terhadap sejumlah warga yang dilaporkan hilang, setelah dua hari erupsi Gunung Semeru yang membuat dua wilayah di kecamatan kawasan Kabupaten Lumajang terdampak, yakni Candipuro dan Pronojiwo.

Komandan lapangan social and disaster rescue Sekolah Relawan Rizky Ilham Ramadhan mengemukakan, beberapa warga melaporkan anggota keluarga dan kerabatnya yang masih belum ditemukan usai erupsi Gunung Semeru terjadi pada Sabtu (4/12/2021) lalu.

"Laporan orang hilang, (hingga) sejauh ini (paling banyak) di Kampung Renteng Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro," katanya, Senin (6/12/2021) malam.

Meski menerima laporan orang hilang, Rizky mengungkapkan, jika beberapa unsur relawan lainnya berupaya melakukan pencarian. Namun usaha tersebut terkendala faktor alam yang saat ini tidak menentu.

"Kendalanya saat kita melakukan pencarian, karena akses dilewati lahar dingin. Sehingga tidak bisa mengakses ke lokasi karena sangat berbahaya lantaran jalurnya melewati lahar dingin," ujarnya.

Selain itu, dia mengemukakan, tingginya potensi erupsi susulan juga harus diwaspadai. Lantaran sejak kali pertama tiba di lokasi desa yang kini menjadi basecamp relawan di Desa Supit Urang Kecamatan Candipuro masih terlihat lava pijar dari Puncak Mahameru.

"Kondisi terkini masih menyiagakan tim untuk standby erupsi semeru, karena masih ada potensi erupsi susulan. Dari semalam sampai tadi siang (Senin, 6/12/2021), dari Puncak Mahameru masih ada lava pijar membahayakan bagi warga terdampak dan relawan di sekitar lokasi."

Sebelumnya diberitakan, Hari kedua pasca erupsi Gunung Semeru, sejumlah pengungsi mulai mengeluhkan sakit. Kebanyakan para pengungsi mengalami sesak nafas.

Hal itu diungkap Komandan Lapangan Social and Disaster Rescue, Sekolah Relawan, Rizky Ilham Ramadhan. Dijelaskannya, para pengungsi di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang mulai mengeluhkan diare, pusing, dan sesak nafas akibat terpapar abu vulkanik.

Pihaknya khawatir jika tidak segera mendapat penanganan medis, para pengungsi sakitnya lebih parah.

"Hujan abu vulkanik yang signifikan. Banyaknya abu yang jatuh, angin yang beterbangan sangat membahayakan warga karena bisa membuat warga sakit hingga bronkhitis," ujarnya, Senin (6/12/2021).

Posko pengungsian di wilayah Kecamatan Pronojiwo tersebar di beberapa titik lokasi. Beberapa di antaranya, yakni SDN 4 Supit Urang, dan Kantor Desa Oro-Oro Ombo. Ditaksirnya ada 180 jiwa pengungsi di Kantor Desa Oro-oro Ombo.

"Namun data masih terus akan bertambah," sambungnya.

Sementara, terkait bantuan telah berdatangan dan jumlahnya mencukupi kebutuhan. Namun yang masih sangat dibutuhkan, yakni air bersih dan sarana mandi dan toilet. [Irm]


Komentar Pembaca
Dosa Kah Jika Membangun Masjid Menyerupai Gereja
Ipin Upin Bukan Kisah Nyata

Ipin Upin Bukan Kisah Nyata

Selasa, 18 Januari 2022 | 14:35

BUDAYAWAN: RASIS!

BUDAYAWAN: RASIS!

MCTVRabu, 19 Januari 2022 | 11:56

USTADZ HILMI: SEMOGA ORANG INI SEGERA ISTIGHFAR & TAUBAT
Pulang Umrah, 87 Jamaah Positif Covid-Probable Omicron

Pulang Umrah, 87 Jamaah Positif Covid-Probable Omicron

NasionalKamis, 20 Januari 2022 | 22:55

Sebelum Tuhan, Habib Bahar Ditantang Gus Arya Duluan

Sebelum Tuhan, Habib Bahar Ditantang Gus Arya Duluan

POLKAMSelasa, 18 Januari 2022 | 13:20

GUS ARYA: AKU MINTA MAAF, KASIHANILAH SAYA, TOLONG

MCTVMinggu, 23 Januari 2022 | 11:50

Rupanya, Kombes Riko Dipecat Bukan Karena Terima Duit Narkoba
Belum Setahun Wali Kota, Menantu Presiden Diminta Jadi Gubernur
 Lulusan SMA Sederajat Mau Jadi PNS, Ini Caranya..

Lulusan SMA Sederajat Mau Jadi PNS, Ini Caranya..

POLKAMMinggu, 23 Januari 2022 | 08:00

Anggota DPR Gunakan 1 Nopol untuk 5 Mobil, Ini Kata Petrus..