Isu Direksi Transjakarta Rapat sambil Nonton Belly Dance Warnai Rapat PT Trans dan Komisi B DPRD DKI

BERITA  SENIN, 06 DESEMBER 2021 | 21:20 WIB | Deman

Isu Direksi Transjakarta Rapat sambil Nonton Belly Dance Warnai Rapat PT Trans dan Komisi B DPRD DKI

Foto/net

Dalam rapat Komisi B DPRD DKI bersama PT TransJakarta, mencuat isu mengenai direksi, yang melakukan rapat sambil menonton tari perut atau belly dance dan striptis. 

Hal ini diungkap oleh Adi Kurnia Setiadi dari Fraksi Gerindra. Direktur Utama TransJakarta, Mochammad Yana Aditya yang mendengar hal itu, langsung meminta buktinya kepada Adi. Ia mengaku ingin segera menyelesaikan masalah ini.

"Mohon izin, saya sebagai warga negara kepada wakil rakyat untuk menanyakan, mohon maaf ini siapa (rapat sambil nonton belly dance)? Kalau misalkan ini melanggar, biar kita selesaikan saja," kata Yana di gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (6/12/2021).

Adi dan Yana pun sempat terlibat perdebatan. Dalam rapat tersebut, Yana menyatakan mengganti statusnya sebagai warga negara, dan ingin Adi selaku wakil rakyat memberikan bukti rapat tersebut.

"Begini saudara direktur," kata Adi.
"Enggak saya warga negara," jawab Yana menimpali.

Adi pun lalu meminta agar Yana tidak mengambil perkataannya, yang mengaku punya video direksi TransJakarta menonton belly dance sambil rapat. Adi juga menyatakan, Yana yang baru menjabat sebulan sebagai Dirut, tidak termasuk dalam orang yang menonton striptis.

"Anda gak usah baper, saya tidak bicara tentang Anda. Saya praktisi hukum, saya tidak bicara tentang Anda. Ini urusan organisasi jangan dibawa ke hati. Ini urusan mulut sampai ke leher saja, nggak usah baper dan ngambekkan," tutur Adi.

Adi juga menyebut, tujuannya menyinggung soal rapat tersebut, karena ingin mengkritisi rekrutmen yang dilakukan Transjakarta. Direksi diminta fokus bekerja memperbaiki BUMD itu, karena ia pun memiliki senjata untuk menjatuhkan citra direksi.

"Kalau Anda tidak merasa, Anda tidak usah protes. Saya bicara segala sesuatu itu tak mungkin tanpa bukti, saya mantan pengacara," ucapnya.

Yana masih tak terima. Ia meminta Adi segera menunjukkan kepadanya video yang dimaksud.

"Pimpinan mohon izin, saya warga negara, saya ingin mengetahui video itu ada atau tidak?" jelas Yana.

"Kalau Anda warga negara, suara Tuhan suara rakyat, suara rakyat suara Dewan. Anda rakyat kan? Saya wakil rakyat," jawab Adi.

Adi masih bersikeras tak mau menunjukkan video yang dimaksud. Akhirnya, Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, menengahinya dan meminta masalah ini diselesaikan secara internal.

"Silahkan nanti itu urusan internal pak," pungkasnya. [mt]


Komentar Pembaca
Dosa Kah Jika Membangun Masjid Menyerupai Gereja
Ipin Upin Bukan Kisah Nyata

Ipin Upin Bukan Kisah Nyata

Selasa, 18 Januari 2022 | 14:35

BUDAYAWAN: RASIS!

BUDAYAWAN: RASIS!

MCTVRabu, 19 Januari 2022 | 11:56

USTADZ HILMI: SEMOGA ORANG INI SEGERA ISTIGHFAR & TAUBAT
Pulang Umrah, 87 Jamaah Positif Covid-Probable Omicron

Pulang Umrah, 87 Jamaah Positif Covid-Probable Omicron

NasionalKamis, 20 Januari 2022 | 22:55

Sebelum Tuhan, Habib Bahar Ditantang Gus Arya Duluan

Sebelum Tuhan, Habib Bahar Ditantang Gus Arya Duluan

POLKAMSelasa, 18 Januari 2022 | 13:20

GUS ARYA: AKU MINTA MAAF, KASIHANILAH SAYA, TOLONG

MCTVMinggu, 23 Januari 2022 | 11:50

Waspada..Ada Potensi Bencana Hari Ini

Waspada..Ada Potensi Bencana Hari Ini

NasionalMinggu, 23 Januari 2022 | 11:00

Rupanya, Kombes Riko Dipecat Bukan Karena Terima Duit Narkoba
Belum Setahun Wali Kota, Menantu Presiden Diminta Jadi Gubernur
 Lulusan SMA Sederajat Mau Jadi PNS, Ini Caranya..

Lulusan SMA Sederajat Mau Jadi PNS, Ini Caranya..

POLKAMMinggu, 23 Januari 2022 | 08:00