MPR Dorong BPIP Selesaikan Blueprint Diklat ASN

POLKAM  KAMIS, 02 DESEMBER 2021 | 08:10 WIB

MPR Dorong BPIP Selesaikan Blueprint Diklat ASN

Wakil Ketua MPR Zulkifli Hasan/Net

Wakil Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mendorong agar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) segera menyelesaikan pembuatan blueprint atau cetak biru pendidikan dan pelatihan (diklat) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Hal ini penting, agar BPIP bisa segera melakukan diklat penanaman ideologi Pancasila, minimal pelatihan bagi calon pelatih (training of trainer). Demikian disampaikan Zulkifi Hasan dalam diskusi bertajuk  ‘Memperkuat Wawasan Kebangsaan di Kalangan ASN’ di Media Center MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Rabu (1/12).

“Sekarang memang dalam 23 tahun kita reformasi ini kurang dibekali, nggak seperti dulu. Karena itu kami dulu mengambil inisiatif untuk meminta presiden membentuk kembali lembaga yang sekarang BPIP itu. Cuma dalam perjalanan BPIP ini juga tidak sesuai dengan kita harapkan, BPIP harusnya membuat konsep, bahan agar melatih-pelatih,” kata Zulkifli Hasan.

Ketua Umum PAN ini mengatakan, dalam kehidupan berbangsa negara ASN menjadi penentu arah ke depan dalam berbagai bidang. Karena itu untuk menjadi ASN, ucapnya, mereka disumpah taat kepada Konstitusi, peraturan perundang-undangan.

“Jadi ASN bekerja itu sebetulnya untuk melayani negara, dan melayani rakyat sesuai peraturan perundangan,” paparnya.

Zulkifli mencontohkan, bila sekitar 100 ribu ASN saja dilatih untuk menjadi pelatih penanaman ideologi Pancasila dan Nilai Kebangsaan, maka bisa mereka bisa melatih ASN lainnya sesuai tingkatannya.

“Sehingga ASN paham betul tugasnya untuk menjadi apa, menjaga merah putih, melayani negara, melayani rakyat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.

Pembicara lainnya dari Imaji Institut Jan Prince Permata mengatakan, memberikan Diklat yag terus-menerus kepada ASN memang strategis, dan penting. Karena ASN lah yang harus berdiri di antara semua golongan, dan harus menjadi kekuatan yang paling utama dalam memperkuat nilai kebangsaan.

“Saya kira, karena dia melayani publik di depan, dia akan bertempur berbagai kelompok masyarakat dari berbagai latar belakang sosial, berbagai latar belakang budaya, berbagai kelas sosial baik kaya, miskin, agamanya berbeda, dia memang benar-benar harus ada di depan dan memang menurut saya ini strategis ASN ini,” paparnya.

Menurutnya, sesuai UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN disebutkan nilai-nilai dasar yang harus dimiliki ASN. Yakni, berpegang teguh pada pancasila, setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar 1945 dan pemerintahan yang sah, menjalankan tugas secara profesional, kemudian tidak berpihak, membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian, menciptakan lingkungan kerja non diskriminatif.[tyo]


Komentar Pembaca