Migas Pertamina-Medco di Blok Senoro Perpanjang Kontrak

Ekonomi  SELASA, 30 NOVEMBER 2021 | 07:42 WIB

Migas Pertamina-Medco di Blok Senoro Perpanjang Kontrak

Net

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memberikan persetujuan perpanjangan kontrak bagi hasil minyak dan gas bumi (PSC) bagi kontraktor Wilayah Kerja (WK) atau blok Senoro-Toili, Sulawesi Tengah.

Perpanjangan kontrak tersebut berlaku hingga 4 Desember 2027 untuk jangka waktu 20 tahun. Perpanjangan kontrak Wilayah Kerja Senoro-Toili akan dilakukan dengan skema kontrak bagi hasil dengan biaya produksi yang dikembalikan negara (PSC Cost Recovery).

Pemegang hak partisipasi (Participating Interest/ PI) di blok Senoro-Toili pada masa perpanjangan adalah PT Pertamina Hulu Energi Tomori Sulawesi (50% dan bertindak sebagai operator), PT Medco E&P Tomori Sulawesi (30%) dan Tomori E&P Limited (20%).

Hak partisipasi yang dimiliki oleh para kontraktor termasuk PI 10% yang akan ditawarkan kepada BUMD.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengatakan, melalui perpanjangan kontrak, kontraktor akan berkomitmen untuk melakukan Komitmen Kerja Pasti (KKP), antara lain studi geologi dan geofisika (G&G), seismik 3D, pemboran sumur senilai US$ 37,9 juta.

Selanjutnya, kontraktor wajib melaksanakan pembayaran bonus tanda tangan dan menyerahkan jaminan pelaksanaan sebelum kontrak ditandatangani, dan melaksanakan kewajiban Komitmen Kerja Pasti serta ketentuan-ketentuan lainnya yang diatur dalam Surat Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 229.K. Tahun 2021 tanggal 24 November 2021 dengan penuh rasa tanggung jawab sejak kontrak berlaku efektif.

Dia mengatakan, koordinasi dan kerja sama yang baik dengan SKK Migas, Pemerintah Daerah serta pihak-pihak terkait lainnya agar dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, sehingga persetujuan Terms and Conditions Perpanjangan Kontrak Bagi Hasil Wilayah Kerja Senoro-Toili ini dapat dilaksanakan bersama oleh para pihak dalam rangka mendukung target Pemerintah meningkatkan produksi minyak dan gas bumi yang telah dicanangkan.

Direktur Utama Medco E&P Ronald Gunawan mengatakan, wilayah kerja Senoro-Toili yang berlokasi di Sulawesi Tengah ini telah menghasilkan gas sejak 2015 untuk suplai PT Donggi Senoro LNG (DSLNG), pabrik amonia PT Panca Amara Utama (PAU) dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN).

Pengembangan wilayah kerja Senoro-Toili akan terus dilaksanakan dengan mengembangkan lapangan Senoro Selatan yang diharapkan akan selesai pada 2025, serta melaksanakan kegiatan eksplorasi baru.

"Medco E&P berterima kasih atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan pemerintah untuk terus melanjutkan pengelolaan WK Senoro-Toili dan juga untuk kerja sama yang baik dengan PHE Tomori Sulawesi dan TEL selama ini. Perusahaan terus berkomitmen untuk memenuhi target produksi yang ditetapkan Pemerintah dan memberikan sumbangsih bagi industri serta masyarakat melalui program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi," tuturnya. [Irm]


Komentar Pembaca