Hina Islam, Anggota DPR AS Didesak Diberi Sanksi

Internasional  SENIN, 29 NOVEMBER 2021 | 19:10 WIB

Hina Islam, Anggota DPR AS Didesak Diberi Sanksi

Ilhan Omar/net

Anggota DPR Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat Ilhan Omar meminta Pimpinan DPR mengambil tindakan yang patut  terhadap koleganya dari Partai Republik Lauren Boebert. Karena Lauren Boebert menggunakan istilah anti-Muslim dalam menggambarkan pertemuannya dengan Omar baru-baru ini di Gedung Kongres AS.

Dilansir dari VOA, Senin (29/11/2021), bahwa menanggapi permintaan Ilhan Omar, Ketua Nancy Pelosi dan Pimpinan DPR AS lainnya dari kubu Demokrat menuntut Boebert menarik pernyataannya.

Berdasarkan video yang diunggah akun PatriotTakes di Twitter, perkataan Boebert yang menyinggung itu diucapkannya pada liburan Thanksgiving.

Dalam video itu, Boebert menceritakan dirinya dan seorang staf tengah berada di dalam lift ketika ia melihat seorang polisi Kongres yang tampak waspada berlari ke arah mereka.

Boebert mengatakan, ia menoleh ke sebelah kiri di mana Omar berdiri di dalam lift yang sama.

“Ya… Ia tidak membawa tas ransel. Harusnya kita aman-aman saja,” ujar Boebert menceritakan, kemudian disambut tawa orang-orang yang mendengarkan kisahnya. “Lalu saya bilang, ‘Lihat, skuad jihad ngantor hari ini.’”

Omar secara terbuka mendesak Pelosi dan pemimpin Minoritas Kubu Republik DPR AS untuk mendisiplinkan Boebert.

“Menyebut saya pelaku bom bunuh diri bukanlah sesuatu yang patut ditertawakan,” cuit Omar di akun Twitternya. “@GOPLeader dan @SpeakerPelosi harus mengambil tindakan yang sepatutnya, menormalkan kefanatikan ini bukan saja membahayakan nyawa saya, tapi nyawa semua umat Muslim. Kefanatikan anti-Muslim tidak dapat diterima di Kongres.”

Omar juga menjelaskan pada Kamis (25/11/2021) bahwa Boebert mengarang-ngarang cerita tersebut.

Hari Jumat (26/11/2021), Boebert menulis di Twitter bahwa “Saya memohon maaf pada seluruh masyarakat Muslim yang tersinggung dengan komentar saya tentang Anggota Kongres Omar. Saya telah menghubungi kantornya untuk berbicara dengannya secara langsung. Ada banyak perbedaan kebijakan yang harus fokus diurus tanpa gangguan yang tidak perlu ini.”

Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) mengutuk pernyataan Boebert dalam sebuah pernyataan yang mendesak para pimpinan Partai Republik di Kongres untuk menolak pernyataan Boebert.

Organisasi itu menyebut sindiran Boebert soal tas ransel sebagai “kampanye kotor Islamofobia bahwa semua Muslim itu teroris.” Demikian juga dengan istilah “skuad jihad” yang ia ungkapkan.

Omar dan anggota DPR AS dari Kubu Demokrat lain, yaitu Alexandria Ocasio-Cortez, Ayanna Pressley dan Rashida Tlaib, terkadang merujuk diri mereka dengan sebutan “Skuad." [ros]


Komentar Pembaca
Dosa Kah Jika Membangun Masjid Menyerupai Gereja
Ipin Upin Bukan Kisah Nyata

Ipin Upin Bukan Kisah Nyata

Selasa, 18 Januari 2022 | 14:35

BUDAYAWAN: RASIS!

BUDAYAWAN: RASIS!

MCTVRabu, 19 Januari 2022 | 11:56

USTADZ HILMI: SEMOGA ORANG INI SEGERA ISTIGHFAR & TAUBAT
Pulang Umrah, 87 Jamaah Positif Covid-Probable Omicron

Pulang Umrah, 87 Jamaah Positif Covid-Probable Omicron

NasionalKamis, 20 Januari 2022 | 22:55

Sebelum Tuhan, Habib Bahar Ditantang Gus Arya Duluan

Sebelum Tuhan, Habib Bahar Ditantang Gus Arya Duluan

POLKAMSelasa, 18 Januari 2022 | 13:20

GUS ARYA: AKU MINTA MAAF, KASIHANILAH SAYA, TOLONG

MCTVMinggu, 23 Januari 2022 | 11:50

Waspada..Ada Potensi Bencana Hari Ini

Waspada..Ada Potensi Bencana Hari Ini

NasionalMinggu, 23 Januari 2022 | 11:00

Rupanya, Kombes Riko Dipecat Bukan Karena Terima Duit Narkoba
Belum Setahun Wali Kota, Menantu Presiden Diminta Jadi Gubernur
 Lulusan SMA Sederajat Mau Jadi PNS, Ini Caranya..

Lulusan SMA Sederajat Mau Jadi PNS, Ini Caranya..

POLKAMMinggu, 23 Januari 2022 | 08:00