Pengeroyokan AKBP Karosekali, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

POLKAM  JUMAT, 26 NOVEMBER 2021 | 20:45 WIB | Aldi Rinaldi

Pengeroyokan AKBP Karosekali, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

Net

Polisi telah menangkap dan menetapkan satu orang tersangka organisasi masyarakat (ormas) Pemuda Pancasila (PP) berinisial RC sebagai tersangka pengeroyokan Kabag Ops Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Karosekali.

Terkait hal ini, Polda Metro Jaya menetapkan tersangka RC dengan pasal 170 KUHP tentang tindak pidana secara bersama-sama dimuka umum karena telah melakukan kekerasan orang atau barang.

"Tersangka sedang diperiksa intensif, (pasal) 170 KUHP," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan di Jakarta, Jumat (26/11).

Zulpan mengatakan saat ini penyidik Polda Metro Jaya tengah mendalami kasus pengeroyokan terhadap anggota polisi untuk menemukan tersangka lain.

Sebab, jika dilihat dari rekaman yang ada, tidak menutup kemungkinan ada beberapa orang yang turut menyerang korban.

"Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain karena dari rekaman yang kami miliki hasil kejadian di lapangan saat terjadi pemukulan anggota PMJ itu dilakukan tak sendiri dari tersangka yang kami tahan," ujarnya.

Kendati demikian, Zulpan mengaku pihaknya sudah menetapkan 15 orang tersangka anggota Ormas PP terkait dengan dugaan pelanggaran terhadap Undang-undang darurat nomor 1 tahun 1951.

Undang-undang darurat itu dikeluarkan karena diduga puluhan anggota ormas PP itu kedapatan membawa berbagai jenis senjata tajam (sajam) sampai dengan peluru tajam untuk revolver.

"Dari 21 itu yang jadi tersangka 16 orang. Belum ada penambahan yang dikembangkan itu tersangka yang lakukan pemukulan terhadap anggota Polda Metro Jaya," tungkasnya.

Seperti diketahui, Insiden pengeroyokan itu terjadi saat korban turut mengamankan aksi unjuk rasa ormas PP di depan gedung dewan rakyat (DPR RI) Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (25/11).

Diketahui, Massa PP melakukan pengeroyokan terhadap Karosekali saat turut mengamankan aksi unjuk rasa. Akibat pengeroyokan itu, Karosekali mengalami luka serius di bagian kepala dan harus menjalani perawatan di rumah sakit Polri. Ketika itu, korban melarang massa aksi yang mencoba memaksa masuk ke dalam gedung DPR/MPR.

Saat itu, Karosekali ikut membantu mengawal demo dan pengamanan lalu lintas di lokasi aksi unjuk rasa. Namun, diduga massa ormas PP tidak terima karena dilarang masuk ke gedung parlemen oleh korban. Pada akhirnya korban diserang menggunakan senjata tajam di bagian kepala dan mengalami luka robek.

"Mereka coba maksa masuk ke dalam tentunya di sini gedung dewan ada etika. Dalam rangka penyampaian akomodasi, tentunya akan diakomodir jadi enggak bisa langsung semau-maunya," tandas Zulpan.

Akibat luka yang dialaminya, Karosekali sudah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk mendapat perawat medis. Menurut Zulpan, luka di kepalanya bukan karena sabetan senjata tajam tapi karena pemukulan hingga berdarah dan robek. Bahkan korban harus mendapatkan beberapa jahitan.

"Dirawat di RS Polri Kramat Jati. Dia anggota senior pangkat Pamen, AKBP pangkatnya, semestinya pelaku demo enggak perlu lakukan tindakan seperti itu," pungkas Zulpan. [Irm]


Komentar Pembaca