Syarat Lelang Dinilai Memberatkan, Pengamat: Itu Permainan

BERITA  KAMIS, 25 NOVEMBER 2021 | 21:50 WIB | Deman

Syarat Lelang Dinilai Memberatkan, Pengamat: Itu Permainan

Foto/net

MoeslimChoice.  Lelang Belanja Natura dan Pakan-Natura, bagi Warga Binaan Panti Sosial di Lingkungan Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, telah dibuka. Dimana paket pekerjaan yang dilelang berjumlah 22 berdasarkan HPS (Harga Perkiraan Sendiri), yang ditetapkan oleh PPK (Pejabat Pembuat Komitmen), ULP/Pejabat Pengadaan dengan mengumumkan nilai total HPS berkisar Rp 106 Miliar.

Dengan anggaran miliaran yang digelontorkan pada pembukaan lelang tersebut melalui LPSE, yang dibuka pada 18 November 2021 dan berakhir 29 November. Namun persyaratan yang dibuat bagi peserta lelang dinilai memberatkan, karena setiap peserta lelang harus mampu menyediakan Cold Storage (Gudang berpendingin). 

Bahwa persyaratan ini tidak relevan, yang mana barang yang dikirim adalah barang segar bukan beku. Khusus untuk daging dan ikan, agar tetap segar pada saat pembelanjaan cukup dimasukkan pada Cool Box tidak dibekukan.

Menurut salah satu peserta lelang, Dody Endriko, yang menolak persyaratan yang diajukan panitia, mengatakan persyaratan itu tidak layak untuk menjadi bagian dari keputusan panitia, agar peserta lelang wajib untuk mematuhi atau sebagai dasar keikut sertaan lelang belanja Natura dan Pakan Natura.

"Kami sangat berharap agar panitia dapat menghapus/meniadakan persyaratan yang memasukkan Cold Stroge. Soalnya kami belanja paginya sudah masuk ke panti dan itu masih dalam keadaan segar, jika memakai cold storage berarti pekerjaan yang dilakukan bisa terlambat, karena harus mendinginkan dulu, terus kapan binaan panti itu akan makan," tutur Dody.

Mustahil ada rekanan lelang yang memiliki Cold Storage, kalau tidak dipersiapkan lebih dulu sebelum lelang diumumkan, karena proses pembuatan dan pemasangan memakan waktu yang lama, ukuran yang diperlukan adalah 3X2 M dan Tinggi 2,5 M, serta biaya yang harus dikeluarkan sebesar Rp 50 Juta. Jadi kesiapan untuk menjadi pemenang tender tidak mungkin tercapai.

Menanggapai hal tersebut, Pengamat kebijakan publik, Viktor Irianto, Ketua LP2AD (Lembaga Pemantau Penyimpangan Aparatur Daerah), mengomentari Bahwa pihak panitia berupaya untuk memajukan pengantin (mitra rekanan), agar dapat menjadi pemenang dengan persyaratan yang mungkin tidak dapat terpenuhi bagi rekanan kecil.

"Itu permainan yang sudah biasa bagi panitia, kalau tidak ada komitmen dari rekanan peserta, tidak mungkin persyaratan yang luar biasa itu akan muncul, yang jelas persyaratan itu harus dipenuhi, jika lelang diundur maka kelihatan jelas panitia tidak jujur atas kebijakannya," Kata Viktor, Kamis (25/11/2021). [mt]


Komentar Pembaca