Kantor Gubernur DKI Jakarta Kembali Digeruduk Ribuan Buruh, Ini Tuntutannya

Nasional  KAMIS, 25 NOVEMBER 2021 | 14:00 WIB | Aldi Rinaldi

Kantor Gubernur DKI Jakarta Kembali Digeruduk Ribuan Buruh, Ini Tuntutannya

Foto : Aldi Rinaldi / MoeslimChoice.com

Ribuan buruh yang tergabung dari berbagai elemen kembali geruduk Kantor Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, di Jalan Merdeka Selatan, Kamis (25/11).

Berdasarkan pantauan, ratusan buruh tersebut menggeruduk kantor Gubernur DKI pada pukul 13.30 WIB, seusai mereka menyampaikan orasinya di Patung Kuda, Silang Monas, Jakarta Pusat.

Aksi tersebut dilakukan untuk menagih janji manis Anies yang pada saat itu menemui buruh pada aksi yang digelar di depan balaikota Kamis (18/11).

Seperti diketahui, Anies sebelumnya menjanjinkan bakal membantu buruh dengan meringankan biaya hidup di Jakarta lewat sejumlah program. Namun, hingga saat ini buruh belum merasakan apa yang telah dijanjikan.

Sebelumnya, Kemnaker RI sudah umumkan hasil perhitungan penyesuaian UMP dan upah minimum kota (UMK) 2022. Berdasarkan data Kemnaker rata-rata UMP naiknya hanya 1,09 persen.

Dari hitungan Kemnaker UMP Jakarta masih menjadi yang tertinggi. Sedangkan, terendah akan terjadi di Jawa Tengah.

"UMP terendah Jawa Tengah Rp 1.813.011 dan UMP tertinggi DKI Jakarta Rp 4.453.724. Jadi, rata-rata penyesuaian UMP adalah 1,09 persen," kata Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Kemenaker Indah Anggoro Putri di Jakarta.

Diketahui, ada empat provinsi yakni Sumatera Selatan, Sulawesi Utara, Sulewasi Selatan, dan Sulawesi Barat yang tidak ada kenaikan upah mininum lantaran UMP tahun lalu sudah melampaui batas.

Penetapan Upah Minimum (UMP) Tahun 2022 ini, berdasarkan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan aturan turunannya PP No. 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

Diketahui, masa aksi buruh ini tergabung dari berbagai aliansi seperti KSPI, KSBSI, SPSI, FSPMI, ini menuntut pembatalan Omnibus Law UU Cipta Kerja (Ciptaker) dan kenaikan upah tahun 2022.[irm]


Komentar Pembaca