Keinginan Reuni PA 212 Terancam Batal

Nasional  KAMIS, 25 NOVEMBER 2021 | 13:45 WIB | Aldi Rinaldi

Keinginan Reuni PA 212 Terancam Batal

net

Keinginan Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang kekeh menggelar Aksi Reuni 212 di Patung Kuda, Jakarta Pusat, terancam batal.

Pasalnya, Polda Metro Jaya belum memberikan izin untuk acara tersebut. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan menuturkan, sejumlah syarat tak dilengkapi oleh panitia acara.

Dia menyebut satu dari sejumlah persyaratan yang belum dipenuhi tersebut yakni surat rekomendasi dari satgas COVID-19. Hal itu menjadi syarat karena keramaian digelar pada masa pandemi COVID-19.

"Iya salah satunya itu (rekomendasi satgas COVID-19)," kata Zulpan kepada wartawan, Kamis (25/11).

Zulpan menyampaikan untuk panitia masih memiliki tenggat waktu guna melengkapi syarat tersebut yang wajib dipenuhi, sebelum terselenggaranya kegiatan Reuni 212.

"Ya sebelum kegiatan tentunya," singkat Zulpan

Sementara itu, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Dedi Prasetyo menyampaikan pihaknya tetap memonitor terkait pengamanan Reuni 212. Namun, teknis pengamanan akan diatur oleh Polda Metro Jaya.

Selain itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Mengingat saat ini masih dalam masa pandemi COVID-19.

"Untuk masyarakat harus menerapkan prokes khususnya menggunakan masker dan tetap bersama menjaga situasi Kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat)," katanya

Sekretaris Umum PA 212, Bernard Abdul Jabar masih melihat situasi dan kondisi untuk menggelar acara tersebut. Pihaknya masih menentukan bentuk acara dan lokasinya karena akan digelar di tengah pandemi virus corona (COVID-19).

Jika melihat gelaran Aksi Reuni 212 pada tahun 2020, PA 212 tak mengerahkan massa secara besar-besaran hanya menggelar acara Dialog Nasional bertajuk Revolusi Akhlak sebagai pengganti Reuni 212 dan bakti sosial.

Aksi 212 merupakan aksi massa yang kali perdana digelar pada 2 Desember 2016. Aksi itu digelar mengecam calon gubernur petahana dalam Pilkada DKI Jakarta 2017, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). [irm]


Komentar Pembaca