Ya Ampun..Kasus Covid Kembali Menggila di Eropa

Internasional  RABU, 24 NOVEMBER 2021 | 07:30 WIB

Ya Ampun..Kasus Covid Kembali Menggila di Eropa

Negara-negara di Eropa kembali dibuat panik oleh melonjaknya kembali angka penularan Pandemi Covid-19. Di lain pihak, aksi penolakan terhadap vaksinasi covid-19 dan lockdown semakin meluas.

Sementara itu, Austria kembali menerapkan lockdown (karantina nasional penuh), ketika gelombang protes terhadap pembatasan baru untuk mengekang infeksi Covid-19 menyebar ke seluruh Eropa.

Dilansir dari BBC News, Selasa (24/11/2021), bahwa sejak tengah malam waktu setempat, warga Austria diminta untuk bekerja dari rumah dan toko-toko yang tidak penting ditutup.

Tetangga Austria, Jerman, mengeluarkan peringatan keras kepada warganya agar segera divaksin saat tingkat infeksi Covid di gelombang keempat terus bertambah

Pembatasan-pembatasan baru telah memicu protes di seluruh Eropa. Terjadi bentrokan massa pemrotes dengan polisi di Belanda dan Belgia.

Tingkat infeksi telah meningkat tajam di benua itu, sehingga memicu peringatan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Pada hari Sabtu direktur regional WHO Dr Hans Kluge mengatakan kepada BBC bahwa setengah juta kematian bisa terjadi pada musim semi tahun depan, kecuali langkah pengendalian lebih diperketat lagi di seluruh Eropa - seperti vaksinasi, memakai masker dan penerapan syarat sertifikasi vaksin covid di tempat-tempat umum.

Pekan lalu Austria menjadi negara Eropa pertama yang menjadikan vaksinasi Covid sebagai persyaratan hukum, dengan undang-undang tersebut akan mulai berlaku pada Februari tahun depan.

Mereka yang tidak divaksinasi sudah dilarang mengunjungi restoran, penata rambut, dan bioskop. Sekarang, mereka dipaksa tinggal di rumah.


Peringatan Keras dari Jerman

Sementara itu para politisi di negara tetangganya, Jerman, juga memikirkan tindakan serupa saat unit perawatan intensif di sana sudah mulai terisi penuh dan jumlah kasus mencapai rekor baru.

Menteri Kesehatan Jerman bahkan telah mengeluarkan peringatan paling keras tentang pentingnya mendapatkan vaksin covid.

"Pada akhir musim dingin ini semua orang di Jerman akan divaksinasi, sembuh atau mati," kata Menkes Jens Spahn dalam konferensi pers di Berlin, Senin.

Jerman berada dalam cengkeraman gelombang keempat virus corona. Kasus meningkat dengan cepat dan banyak rumah sakit penuh.

Spahn mengaku dia menentang membuat vaksin Covid diwajibkan, tetapi itu adalah "kewajiban moral" untuk mendapatkan suntikan karena berdampak pada orang lain.

"Kebebasan berarti mengambil tanggung jawab, dan ada kewajiban kepada masyarakat untuk divaksinasi," katanya.

Dari 18 pasien di bangsal Covid di Kota Leipzig, Jerman, 14 masih belum divaksin. Tingkat vaksinasinya termasuk yang rendah di Eropa Barat, baru 68% warga divaksinasi penuh.

Tingkat infeksi Jerman berada pada level tertinggi sejak pandemi dimulai, dan para ahli kesehatan telah memperingatkan gelombang ini bisa menjadi yang terburuk.

Dalam 24 jam terakhir, ada 30.643 infeksi baru - 7.000 lebih banyak dari seminggu sebelumnya. Ini adalah salah satu tingkat tertinggi di dunia.

Pembatasan yang lebih ketat akan diberlakukan. Mereka yang belum divaksinasi dilarang masuk ke tempat-tempat tertentu, dan beberapa penyelenggaraan pasar Natal terkenal di Jerman telah dibatalkan.

Demo Rusuh di Belanda

Sementara itu, beberapa negara Eropa dilanda protes warga yang marah terhadap pembatasan yang lebih ketat dan berlanjut dengan aksi kekerasan selama akhir pekan lalu.

Di ibu kota Belgia, Brussels, para demonstran bentrok dengan polisi setelah puluhan ribu orang berdemo melalui pusat kota.

Para pemrotes rata-rata menolak syarat sudah divaksin bagi yang ingin masuk ke kafe, restoran, dan tempat-tempat hiburan.

Sedangkan di Belanda, kerusuhan sudah berlangsung selama tiga malam berturut-turut dan belasan orang sudah ditangkap.

Ribuan demonstran juga turun ke jalan-jalan di ibukota Kroasia Zagreb pada hari Sabtu, sementara di Denmark sekitar 1.000 orang di Kopenhagen memprotes rencana pemerintah untuk memerintahkan pekerja sektor publik divaksinasi sebagai syarat masuk ke tempat kerja.

Seorang pasien di unit perawatan intensif khusus pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat Sklifosovsky Kota Moskow, Rusia, 20 Oktober 2021.

Sebelumnya WHO dua pekan lalu memperingatkan Eropa kembali menjadi "episenter" pandemi virus corona ketika kasus-kasus melonjak di kawasan itu.

Dalam jumpa pers, Direktur WHO untuk Eropa, Hans Kluge, mengatakan kemungkinan jumlah kematian di wilayah itu bisa mencapai setengah juta jiwa lagi sampai Februari nanti.

Dia menyalahkan pemberian vaksin yang tidak mencukupi sebagai faktor penyebab di balik kenaikan angka kasus.

"Kita harus ubah taktik kita, dari bereaksi terhadap lonjakan Covid-19 menjadi mencegahnya sejak awal," katanya.

Proses vaksinasi melambat di seluruh benua dalam beberapa bulan terakhir.

Sementara sekitar 80% orang-orang di Spanyol sudah vaksin dua kali, jumlah itu lebih rendah di Prancis dan Jerman - masing-masing 68% dan 66% - dan masih lebih rendah di beberapa negara Eropa tengah dan timur.

Hanya 32% orang-orang Rusia yang divaksinasi penuh pada Oktober 2021.

Kluge juga menyalahkan pelonggaran langkah-langkah penanganan kesehatan masyarakat, sehingga meningkatkan penularan infeksi di wilayah Eropa, yang mencakup 53 negara, termasuk beberapa wilayah di Asia Tengah.

Sejauh ini WHO telah mencatat 1,4 juta kematian di seluruh wilayah Eropa.

Pimpinan teknis WHO untuk Covid-19, Maria Van Kerkhove, mengatakan selama empat minggu terakhir kasus di seluruh Eropa telah melonjak lebih dari 55%, meskipun ada "pasokan vaksin dan alat yang cukup".

Dan rekannya, Dr Mike Ryan mengatakan pengalaman Eropa merupakan "tembakan peringatan bagi dunia".[ros]


Komentar Pembaca