Pembuatan Sumur Resapan Tidak Sesuai Peruntukkan, DPRD DKI: Perlu Dilakukan Evaluasi

BERITA  KAMIS, 18 NOVEMBER 2021 | 18:45 WIB | Deman

Pembuatan Sumur Resapan Tidak Sesuai Peruntukkan, DPRD DKI: Perlu Dilakukan Evaluasi

foto/net

Pembuatan sumur resapan, di Jalan Cipinang Pulo Maja, Kelurahan Cipinang Besar Utara, Jakarta Timur dikeluhkan warga. Terdapat tujuh titik Sumur Resapan yang dibuat di sepanjang jalan tersebut. Namun beberapa di antaranya tidak sesuai peruntukkan, dimana pada bagian atas (penutup), yang seharusnya ada lubang yang dapat berfungsi sebagai jalan air, tetapi lubang itu malah ditutup oleh semen, sehingga air tetap tergenang dan memenuhi jalan tersebut.

Warga yang bermukim di sekitar jalan Cipinang Pulo Maja, tepatnya di RT 10/RW 010 mempertanyakan pembuatan sumur resapan, yang sangat mengganggu aktivitas jalan yang dilakukan hampir setiap hari itu. 

Pengaduan pun telah disampaikan kepada  Evi Erawati Efendi, selaku Lurah Cipinang Besar Utara. Pasalnya, ada sebagian sumur yang dibiarkan menganga, serta tinggi sumur melebihi badan jalan, sehingga rawan menimbulkan kecelakaan lalu lintas dan pejalan kaki sewaktu terjadi genangan.

Jeli (50), salah satu warga di Kelurahan tersebut, saat dimintai keterangan mengatakan, bahwa pengerjaan sumur resapan, seharusnya tidak sebanyak yang terjadi di wilayahnya, karena dampak banjir tidak lagi terjadi seperti tahun-tahun yang lalu. Sekarang ini, malah jalan yang sudah bagus akhirnya jadi rusak akibat penggalian.

"Gimana ya, bang. Pemerintah kayaknya asal kerja aja, kerjaannya malah berantakin jalan, udah gitu belum beres sudah ditinggal," tutur Jeli, Kamis (18/11/2021).

Ketika dikonfirmasi, Lurah Cipinang Besar Utara  mengatakan, bahwa pihaknya telah bersurat kepada Dinas Sumber Daya Air (SDA), menyangkut pengaduan yang disampaikan warga pada bulan oktober, tetapi balasan dari Dinas SDA, hingga saat ini belum diterima oleh pihak Kelurahan.

"Sudah kami bersurat ke Dinas, sesuai dengan laporan warga, tetapi balasan belum kami dapatkan dari pihak Dinas," Kata Evi Erawati.

Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, dari Fraksi PSI, Justin Adrian ketika diminta tanggapan, menyebutkan, pihaknya juga meragukan efektivitas pembangunan sumur resapan, jika proyek penting untuk penanggulangan banjir tidak dikerjakan.

Menurut dia, pembangunan sumur resapan bisa jadi tidak efektif menangani banjir secara sistemik. Namun hanya mengatasi genangan-genangan air saja, bukan dari luapan air sungai.

Justin juga menilai, perlu dilakukan evaluasi untuk titik-titik pembangunan sumur resapan di Jakarta.

"Lokasi pembangunannya juga harus dievaluasi, jangan karena kejar target angka jadi pembangunannya asal-asalan. PSI akan minta penjelasan temuan-temuan ini, apalagi tahun depan Pemprov minta Rp 361 Miliar lagi untuk bangun lebih banyak sumur resapan," jelas dia. [mt]

 

 


Komentar Pembaca