Tuntut UMP Layak, Buruh Gelar Aksi Tutup Jalan Merdeka Selatan

BERITA  KAMIS, 18 NOVEMBER 2021 | 15:45 WIB | Aldi Rinaldi

Tuntut UMP Layak, Buruh Gelar Aksi Tutup Jalan Merdeka Selatan

Aksi buruh di jalan Merdeka Selatan/Dok.MoeslimChoice

Sempat bersitegang antara Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI) dengan aparat Kepolisian Polres Metro Jakarta Pusat di depan gedung Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (18/11). 

Pasalnya para buruh menutup jalan di Jalan Merdeka Selatan tepat depan kantor Gubernur Anies Baswedan. Atas tindakan itu lalu lintas mengalami kemacetan parah hingga ke depan Dubes Amerika Serikat (AS) karena kendaraan tak bisa jalan. 

Aksi demo para buruh ini menuntut kepada Gubernur Anies Baswedan untuk memutuskan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta 2022 yang layak, tidak seperti yang disampaikan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) cuma 1,09 persen atau naik sekitar Rp 37 ribu. 

Aksi tutup jalan FSP LEM SPSI lantaran mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu tak menemui massa yang sudah berorasi sedari pagi. Sebab ada dari pihak Pemprov DKI berjanji pimpinannya akan menemui para buruh. 

Sudah lama menunggu dan tak ada kabar mau menemuinya, akhirnya para buruh nekat menutup seluruh jalan hingga kendaraan motor dan mobil macet mengular. Sekitar 10 menit menutup jalan jajaran Polres Jakpus datang untuk membubarkan mereka yang tutup jalan. 

"Katanya gubernur mau datang, tapi lama menunggu belum juga datang. Sudah dibuka satu jalur tapi gubernur tidak datang," cetus salah satu orator di atas mobil komando. 

Kabag Ops Polres Jakarta Pusat, Guntur Muhammad Thariq mengatakan, polisi tak melarang masyarakat menyampaikan aspirasi karena hal tersebut merupakan hak warga negara. Tapi harus diingat juga menggelar unjuk rasa tak boleh mengganggu masyarakat lain. 

"Kami hormati aspirasi dan orasi kalian, kami minta tidak mengganggu ketertiban umum," ucapnya. 

Nada omongan Guntur seketika meninggi saat para buruh tak menghiraukan imbauannya untuk membuka kembali ruas Jalan Merdeka Selatan untuk pengendaran. 

"Saya minta satu jalur, untuk jalan," tegas Kapolsek Menteng sampi teriak di mic toa. 

Dengan ketegasan aparat kepolisian tersebut, akhirnya para buruh yang berasal dari seluruh wilayah DKI Jakarta membuka satu jalur untuk para kendaraan roda dua dan roda empat atau lebih.[tyo]


Komentar Pembaca