UMP 2022 Ada Kenaikan, Pemprov DKI: Insya Allah Kita Sampaikan 19 November

BERITA  RABU, 17 NOVEMBER 2021 | 19:40 WIB | Aldi Rinaldi

UMP 2022 Ada Kenaikan, Pemprov DKI: Insya Allah Kita Sampaikan 19 November

foto/net

Moeslimchoice. Pemprov DKI Jakarta belum menyikapi hasil perhitungan penyesuaian Upah Minumum Provinsi (UMP) 2022, yang telah diputuskan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), yang menaikkan UMP hanya 1,09 persen.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI, masih 'kekeh' akan mengumumkan nasib UMP 2022 Jakarta dua hari lagi.

"Insyaallah nanti kita sampaikan tanggal 19 November," ujar Kadisnakertrans, Andri Yansah saat dikonfirmasi, Rabu (17/11).

Dalam hal ini, dirinya tak mau berkomentar lebih jauh soal besaran gaji tahun depan untuk para buruh. Sebab, kata dia, saat ini jajaran Pemprov DKI bersama DPRD tengah sibuk melakukan pembahasan Rancangan APBD anggaran 2022 di Grand Cempaka, Puncak Bogor.

"Mohon maaf banget, saya masih Banggar bersama DPRD di Puncak," ucapnya.

Sebelumnya, Kemnaker RI sudah mengumumkan hasil perhitungan penyesuaian UMP dan upah minimum kota (UMK) 2022. Berdasarkan data Kemnaker, rata-rata UMP naiknya hanya 1,09 persen.

Dari hitungan Kemnaker UMP Jakarta masih menjadi yang tertinggi. Sedangkan, terendah akan terjadi di Jawa Tengah.

"UMP terendah Jawa Tengah Rp 1.813.011 dan UMP tertinggi DKI Jakarta Rp 4.453.724. Jadi, rata-rata penyesuaian UMP adalah 1,09 persen," kata Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Kemenaker, Indah Anggoro Putri di Jakarta.

Diketahui, ada empat provinsi yakni Sumatera Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat yang tidak ada kenaikan upah mininum, lantaran UMP tahun lalu sudah melampaui batas.

Penetapan Upah Minimum (UMP) Tahun 2022 ini, berdasarkan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan aturan turunannya PP No. 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan. [mt/Simon]


Komentar Pembaca