Sempat di-Nol-kan Komisi E, Ketua DPRD DKI Selamatkan Dana Hibah KONI DKI 2022

BERITA  RABU, 10 NOVEMBER 2021 | 21:10 WIB | Deman

Sempat di-Nol-kan Komisi E, Ketua DPRD DKI Selamatkan Dana Hibah KONI DKI 2022

foto/net

Komisi E DPRD DKI Jakarta sepertinya emosi. Entah apa penyebabnya, tapi yang pasti, emosi para politisi Kebon Sirih itu terlihat aneh. 

Dampak dari emosi tersebut, alhasil dana pembinaan atlet DKI Jakarta dipangkas. DPRD menyetujui anggaran KONI DKI Jakarta hanya Rp 50 Miliar atau sepertiga dari pengajuan sekitar Rp 150 Miliar.

Dana sebesar itu dipastikan pembinaan atlet DKI, yang seharusnya sudah siap-siap berlaga di PON XXI di Sumut dan Aceh 2024, serta event kejuaran Nasional maupun Internasional bakal tersendat. 

Sebab, ada ribuan atlet dan pelatih, serta aspel yang harus menerima honor per bulan. Diketahui, honor perbulan atlet DKI pada 2020 sekitar Rp 7,5 Juta. Belum lagi ada tambahan ekstra food sebesar Rp 1 Juta per bulan, jadi total menerima Rp 8,5 Juta sebelum dipotong pajak.

Sedangkan pelatih lapis satu, untuk honor Rp 9 Juta ditambah ekstra food Rp 1 Juta jadi total Rp 10 Juta. Lalu, asisten pelatih alias aspel Rp 7.750.000 ditambah ekstra food Rp 1 juta jadi total Rp 8.750.000. 

Dan total Tim Pelatda DKI Jakarta pada tahun 2020 sebanyak 1.529 dari 65 disiplin cabang olahraga (cabor). Sumber di DPRD menyebutkan, awalnya anggaran KONI pada 2022 akan di-nol kan. 

Jika dibandingkan, anggaran pembinaan atlet DKI Rp 50 Miliar, hampir mirip dengan sekelas Kota Bekasi. Dari penelusuran wartawan, anggaran untuk KONI Kota Bekasi, Jawa Barat, pada tahun 2020 sekitar Rp 40 Miliar.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari pihak KONI DKI Jakarta. 
"Udah bagus gak kita nol-kan. Kita ini masih memperhatikan nasib atlet," klaim salah satu anggota Komisi E, yang enggan disebutkan namanya.

Hal itu, tentu saja membuat geram. Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi di dalam Rapat Paripurna Badan Anggaran (Banggar) di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (9/11/2021) malam, mengambil sikap tanpa terduga. 

Politisi PDIP itu memutuskan, agar dana hibah KONI DKI Jakarta tahun 2022 diberikan Rp 50 Miliar.

"Saya kira atlet KONI DKI juga berprestasi di PON Papua dan meraih juara kedua. Ditambah lagi untuk pembayaran gaji karyawan yang ada, maka tak elok lah bila kita tidak memberikan dana hibah sama sekali. Saya usulkan, kita berikan Rp 50 Miliar. Setuju ya. Tok....tok...tok," tegasnya, saat memimpin rapat paripurna Banggar APBD DKI Jakarta 2022, Selasa (9/11/2021) malam.

Dalam rapat itu, Prasetyo mengetok angka dana hibah KONI DKI Jakarta Rp 50 Miliar. keputusan itu tanpa ada interupsi anggota Banggar, maupun dari Pemprov DKI Jakarta. 
Saat rapat tersebu, Prasetyo didampingi Wakil Ketua, M Taufik (Gerindra) dan Zita Anjani (PAN).

Keputusan yang diambil oleh ketua DPRD DKI Jakarta, mendapat tanggapan dari pengamat kebijakan. Ketua Lembaga Pemantau Penyimpangan Aparatur Daerah (LP2AD) di Jakarta, Victor Irianto, setuju dengan keputusan yang diambil pada saat itu, namun, perlu juga di Audit oleh BPK RI agar pelaksanaan dapat terkontrol.

"Kalau bisa anggaran KONI itu di audit investigasi sama BPK RI, Perwakilan Provinsi DKI Jakarta dan Probity audit BPK DKI Jakarta, biar semuanya terang dan jelas," Kata Victor Irianto. [mt]


Komentar Pembaca
Nasida Ria Tampil Di Jerman

Nasida Ria Tampil Di Jerman

Selasa, 21 Juni 2022 | 22:23

Alasan Deddy Corbuzier Menjadi Mualaf

Alasan Deddy Corbuzier Menjadi Mualaf

Selasa, 21 Juni 2022 | 13:55