Polres Jaktim Lakukan Pendalaman Kasus Pencurian Besi Proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung

BERITA  SELASA, 09 NOVEMBER 2021 | 18:15 WIB | Deman

Polres Jaktim Lakukan Pendalaman Kasus Pencurian Besi Proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung

foto/net

Unit Reskrim Polsek Makasar, Polres Jakarta Timur, terus melakukan pendalaman kasus pencurian besi pada proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Hingga kini proses penyidikan pun masih berlangsung, guna mencari siapa saja yang terlibat, dan diduga ada oknum pekerja proyek yang terlibat.

"Masih diduga, masih didalami lewat keterangan lima tersangka yang sudah diamankan. Sekarang masih penyidikan," kata Kanit Reskrim Polsek Makassar, Iptu Mochamad Zen kepada wartawan, Selasa (9/11/2021).

Tak hanya itu, polisi pun masih melakukan pengejaran terhadap penadah.

"Saksi yang sudah kita periksa sampai saat ini dua orang, security PT Wika dan satu orang warga, yang memergoki pelaku saat beraksi. Satu karyawan PT Wika bagian 5R proyek," ujarnya.

Kepada polisi, kelima pelaku yakni pria berinisial SA (25), SU, AR (30), MLR (24), dan DY (46), mengaku sudah beraksi sejak bulan Juli hingga Oktober 2021.

Selama aksinya, sebanyak 111.081 kilogram besi digondol, lalu dijual para pelaku ke penadah. Sementara PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), mencatat kerugian sekitar Rp 1 Miliar akibat pencurian tersebut.

Sementara itu, Kapolres Jakarta Timur, Kombes Erwin Kurniawan mengatakan, kelima tersangka berinisial DY, SA, SU, AR dan MLR, telah ditangkap secara terpisah.

Erwin menuturkan, setelah menangkap kelima pelaku, pihaknya masih menyelidiki dugaan keterlibatan orang dalam, dalam kasus pencurian besi proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung ini, yang notabene merupakan proyek strategis Nasional.

"Masalah ini menjadi melebar, karena proyek strategis Nasional. Kelimanya dikenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara," tuturnya. [mt]


Komentar Pembaca