Sindir Anies, Prasetyo:Kenapa Harus Teriak-teriak Pas Musim Hujan?

POLKAM  SELASA, 02 NOVEMBER 2021 | 20:20 WIB | Aldi Rinaldi

Sindir Anies, Prasetyo:Kenapa Harus Teriak-teriak Pas Musim Hujan?

Prasetyo Edi Marsudi/foto:Aldi Rinaldi

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengatakan, permasalahan banjir harusnya sudah bisa diantisipasi. Pasalnya alat-alat untuk penanganan banjir sudah disiapkan sebelumnya datangnya musim hujan.

Kendati tidak menyebut nama, ucapan Prasetyo itu jelas menyindir Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di bawah komando Gubernur Anies Baswedan.

"Saya bukan menyalahkan atau tidak menyalahkan ya. Permasalahkan banjir itu kenapa teriak-teriak pas saatnya hujan. Pas sebelum hujan,  kan barang-barang yang dibeli banyak sekali ya, alat-alat buat ngeruk tanah," kata Prasetyo dalam keterangannya kepada media, Selasa (2/11/2021).

Oleh karena itu, Prasetyo sangat menyesalkan, bencana banjir yang kembali terjadi di Jakarta. Kareba barang-barang dan peralatan untuk antisipasi banjir sudah dibeli dangan kualitas yang mewah.

"jangan beli barang yang mewah-mewah tapi peralatannya gak bisa dipakai," ucap Prasetyo.

Namun demikian, politisi PDI Perjuangan ini tidak menyalahkan siapapun atas kejadian banjir yang menimpa Ibukota. Dan, pihaknya akan bertanggung jawab atas musibah ini.

"Kita sebagai pemerintah daerah ya, saya juga bertanggung jawab," tandasnya.

"Dan saya juga sudah melihat dari beberapa tempat pintu air sudah siaga 1 semua, di mana air itu mengarah ke warga itu harus cepat disedot," tambahnya.

Tak hanya itu. Prasetyo menyarankan Dinas Sumber Daya Air (SDA) segera mengeksekusi sodetan-sodetan yang sampai saat ini belum tersodet.

"Kayak di Banjir Kanal Timur, di arah Manggarai sana itu kan harus ada sodetan yang sudah direncanakan dari era pemerintahan sebelumnya. Tapi kan smapai hari ini gak pernah eksekusi," sesalnya.

Sebelumnya diketahui, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta meminta masyarkat untuk wasapada cuaca ekstrem sepekan ke depan, terhitung mulai tanggal 31 Oktober hingga 6 November 2021.

Hal itu disampaikan BPBD DKI melihat hasil analisis dinamika atmosfer terkini yang menunjukan adanya belokan dan perlambatan angin yang dapat meningkatkan pola konvektivitas.

"Dipresiksi aktifnya fenomena MJO, aktifnya gelombang Rossby dab gelombang kelvin dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan diberbagai wilayah Indonesia dalam beberapa hari kedepan," tulis BPBD DKI yang dikutip dari Instragram @bpbddkijakarta, Minggu (31/10/2021).[ros]


Komentar Pembaca