Jokowi-Ma'ruf Gagal Sejahterakan, Rakyat Turun ke Jalan

POLKAM  KAMIS, 28 OKTOBER 2021 | 18:35 WIB | Aldi Rinaldi

Jokowi-Ma'ruf Gagal Sejahterakan, Rakyat Turun ke Jalan

Juru Bicara Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) sekaligus Ketua Umum Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Nining Elitos mengatakan, pada saat Pandemi Covid-19, seharusnya Pemerintah bisa mencari jalan keluar agar kaum buruh selamat dari pemutusan hubungan kerja (PHK).

Pernyataan itu disampaikan Nining saat  massa aksi berjumlah ratusan orang menggelar unjuk rasa, mengevaluasi Dua Tahun Pemerintahan Joko Widodo - Maruf Amin di Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis (28/10/2021).

"Seharusnya Pemerintah lebih fokus bagaimana mencari jalan keluar soal pandemi yaitu tentang persoalan agar kaum buruh semakin tidak di-PHK," ujar Nining.

Nining mengungkapkan, pada kenyataannya pemerintah hari ini malah memaksakan untuk mengesahkan Omnibus Law - UU Cipta Kerja. Ia berpandangan kebijakan itu sejak dari awal tidak dikehendaki oleh rakyat.

"Imbasnya, ribuan bahkan jutaan kaum buruh menjadi korban hantu yang bergentayangan di masa pandemi COVID-19. Artinya, pemangkasan terhadap hak-hak kaum buruh adalah nyata," kata dia.

Ia menegaskan,"Kesulitan mencari lapangan kerja itu terwujud hari ini. Artinya itu adalah sebuah kebohongan belaka yang dilakukan oleh rezim hari ini."

Nining melanjutkan, saat ini situasi dan kondisi objektif yang dihadapi oleh kaum buruh adalah semakin sulit. Kemudian, semakin rendah dan lemahnya penegakan hukum yang membikin kesejahteraan kaum buruh makin menurun.

Lebih lanjut Nining mengungkapkan, hal itu adalah imbas dari sahnya Omnibus Law - UU Cipta Kerja. Dia berpendapat, kebijakan  yang sejak awal dikritik oleh banyak pihak, terkesan ugal-ugalan dan justru tidak didengar oleh pemerintah.

"Termasuk Presiden pun memaksa diri melahirkan satu regulasi yang ugal-ugalan yang kemudian tanpa melihat apa yang menjadi kondisi objektif rakyatnya," tandasnya.

Atas fakta itu, aliansi GEBRAK menilai jika hari ini pemerintah telah gagal dalam menyejahterakan rakyat. Kegagalan itu, lanjut Nining, menjadi pemantik bagi rakyat untuk kembali turun ke jalan bahkan di masa Pandemi COVID-19.

Pantauan Moeslimchoice.com, hingga pukul 15.30 WIB, tidak ada satupun pejabat dari dari Istana Kepresidenan atau pun Kementerian di sekitar Istana yang menemui massa aksi.

Diketahui, elemen buruh yang bergabung dalam aksi ini antara lain, Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (Kasbi), Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Sentral Gerakan Buruh Nasional (SGBN), Konfederasi Serikat Nasional (KSN), Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (SINDIKASI).

Selain buruh, aksi ini juga akan diikuti oleh mahasiswa dari BEM Universitas Indonesia, petani, miskin kota, pemuda, pelajar, jurnalis, perempuan, nelayan, pembela Hak Asasi Manusia (HAM), dan lembaga bantuan hukum.[ros]


Komentar Pembaca