Wagub: Tidak Ada Laboratorium PCR yang Bandel

Nasional  KAMIS, 28 OKTOBER 2021 | 19:10 WIB | Aldi Rinaldi

Wagub: Tidak Ada Laboratorium PCR yang Bandel

Pemerinrah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengklaim bahwa laboratorium tempat memproses hasil tes deteksi dini COVID-19, melalui metode Polymerase Chain Reaction (PCR), di Ibukota tidak ada yang bandel. Sebab pelaksanaan pratiknya telah memiliki aturan yang jelas.

"Ya itu sudah ada aturannya, nggak mungkin mereka bandel," kata Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balaikota Jakarta, Kamis (28/10/2021).

Riza mengatakan, seluruh laboratorium yang ada di Ibukota pasti berkoordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta. Karenanya ia meyakini tak mungkin mereka memainkan harga.

"Mereka kan bersinergi, berkoordinasi dengan pemprov atau urusan lain-lain, nggak mungkin bandel-bandel ya," terangnya.

Kemudian, Mantan Anggota DPR ini memastikan seluruh penyedia layanan ini akan menurunkan harga sesuai yang ditetapkan pemerintah secepat mungkin. Yakni, batas biaya tertinggi tes PCR di Jawa-Bali sebesar Rp 275.000.

"Saya kira sesegera mungkin ini kan sudah harapannya, jakarta akan merespon secepat mungkin," jelasnya.

Sebelumnya, Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali menurunkan batas biaya tertinggi tes polymerase chain reaction (PCR). Batas biaya tertinggi tes PCR di Jawa-Bali Rp 275.000 dan Rp 300.000 untuk daerah di luar dua pulau itu. Ketentuan ini berlaku mulai Rabu (27/10/2021).[ros]


Komentar Pembaca