PM Malaysia Sebut Alquran Sumber Intelektual dan Spiritual Islam

Internasional  KAMIS, 28 OKTOBER 2021 | 03:30 WIB | Sunarya Sultan

PM Malaysia Sebut Alquran Sumber Intelektual dan Spiritual Islam

Foto/net

MoeslimChoice | Menurut Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob, Alquran merupakan sumber intelektual dan spiritual Islam yang merupakan dasar tidak hanya untuk agama dan spiritualitas, tetapi juga semua cabang pengetahuan termasuk teknologi.

Ismail menyebut Alquran mendorong umat Islam untuk mencari ilmu, belajar, menganalisis dan menggunakan akal yang diberikan oleh Allah sebaik mungkin. Kata Ismail Sabri, Alquran adalah wahyu dari Allah yang menjadi pedoman bagi manusia untuk membedakan yang benar dan yang salah, sedangkan teknologi ditemukan berdasarkan pengamatan dan kajian yang dilakukan oleh manusia.

"Kombinasi Alquran dan teknologi dapat memperkuat dan memperjelas sebuah fakta argumentasi dengan mengacu pada hadits Nabi, mazhab, ulama, serta ilmuwan Muslim dan non-Muslim," tutur Ismail saat menutup acara Majlis Tilawah Alquran Johan-Johan Kebangsaan (MTQJK) Nasional Juara Umum dikutip dari laman The Sun Daily pada Rabu (27/10/2021).

"Hubungan antara teknologi dan agama dipandang sebagai satu antara roh dan tubuh. Teknologi dan agama saling melengkapi," ungkap dia.

Penyelenggaraan MTQJK, imbuh dia, menunjukkan bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.

Sebagai informasi, pengajian 26 qari (laki-laki) dan qariah (perempuan) yang telah memenangkan juara tajwid nasional sebelumnya akan disiarkan langsung dari 11 lokasi, dan dilihat melalui berbagai platform media.

"Ayat-ayat Alquran dan tilawah disampaikan kepada khalayak dengan menggunakan teknologi augmented reality yang menunjukkan bahwa Islam tidak pernah menghalangi pemeluknya untuk memaksimalkan penggunaan teknologi dalam kehidupan," pungkas Ismail.

Menurut dia, wabah Covid-19 juga telah mengubah cara hidup keluarga Malaysia dalam hal mengadopsi norma-norma baru, termasuk dalam aspek pengajaran dan pengajian. Sejalan dengan kebutuhan umat Islam modern dan teknologi yang tersedia, Ismail Sabri menerangkan bahwa Alquran kini dapat diakses melalui berbagai produk digital dan aplikasi perangkat lunak. 

"Saya mengerti sejak merebaknya Covid-19, pembelajaran Alquran online mulai berkembang. Banyak institusi, baik pemerintah maupun swasta, telah memperkenalkan kelas online untuk pembelajaran terkait Alquran. Upaya mulia ini memudahkan masyarakat untuk belajar membaca Alquran," jelasnya.

Untuk diketahui, acara MTQJK yang diselenggarakan oleh Department of Islamic Development Malaysia (Jakim) ini digelar selama lima hari dari Jumat (22/10/2021) dengan total 26 qari dan qariah serta beberapa undangan khusus yang mewakili seluruh negara bagian. 

Pengukuhan MTQJK diselenggarakan menggantikan Majelis Hafalan dan Hafalan Alquran Tingkat Nasional 1442H/2021M yang sempat tertunda karena situasi pandemi Covid-19, dan acara tersebut juga disiarkan secara langsung di TV1 dan TV OKEY. [ary]


Komentar Pembaca