Tolak Politik Identitas, PKB Usul Pilpres Diikuti 3 Pasang Calon

POLKAM  RABU, 27 OKTOBER 2021 | 22:40 WIB

Tolak Politik Identitas, PKB Usul Pilpres Diikuti 3 Pasang Calon

Waketum PKB Gus Jazilul Fawaid/Net

Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid menyoroti masalah Pemilu di Indonesia karena maraknya politik identitas. Menurutnya, cara-cara seperti ini berpotensi mengoyak kebinekaan, benturan antar masyarakat hingga menimbulkan polarisasi dalam waktu panjang.

Pria yang akrab disapa Gus Jazil itu mengatakan, PKB berupaya keras agar dalam Pilpres 2024 tidak terjadi politik identitas.

“Karena itu menurut saya sangat penting agar calon, pasangan calon presiden itu tidak hanya 2 pasangan calon,” kata Gus Jazil dalam diskusi rutin MPR bertajuk ‘Merawat Persatuan dan Menolak Politik Identitas Menjelang Pilpres 2024,’ di Media Center, Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (27/10)

Dalam diskusi itu turut hadir anggota DPR RI Fraksi PKS Mardani Ali Sera, anggota DPR RI Fraksi PAN Guspardi Gaus serta pengamat politik Universitas Al Azhad Indonesia Ujang Komarudin.

“Minimal ada 3 pasangan calon kalau dilihat dari posisi jumlah presidensial threshold 20 persen minimal atau 3 pasangan calon, kalau besok terjadi dua pasangan calon saya yakin politik identitas akan terjadi,” tambah Gus Jazil.

Gus Jazil menuturkan, jika hanya ada dua paslon, akan ada pembelahan antara calon presiden yang menggunakan isu agama, isu etnis maupun isu menjatuhkan salah satu karena imbas dari dua kubu.

“Namun ini juga tak menutup kemungkinan bahwa Pilpres 2024, itu juga hanya akan diikuti satu pasangan calon tidak menutup kemungkinan karena dampak dari pandemi ini dan memaksa partai-partai dapat bersatu menemukan calon siapa yang paling baik untuk mengatasi keadaan, tetapi meskipun ini mungkin terjadi jauh dari kemungkinan yang ada,” urai Wakil Ketua MPR ini.

Atas dasar itu, posisi PKB menolak politik identitas dengan harapan Pilpres 2024 diikuti tiga paslon.

“Posisi kami atau saya selaku pengurus PKB kami akan menyiapkan pilpres ini supaya tidak terjadi politik identitas dengan melakukan upaya-upaya dengan terbentuknya poros lebih banyak minimal 3 poros dan PKB berupaya untuk memimpin satu poros,” pungkas Gus Jazil.[tyo]


Komentar Pembaca