Singapura Anugerahi Tito Karnavian Penghargaan Alumni Terhormat

Islamtainment  RABU, 27 OKTOBER 2021 | 14:10 WIB

Singapura Anugerahi Tito Karnavian Penghargaan Alumni Terhormat

Di negeri sendiri, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dilaporkan karena memberlakukan aturan Tes PCR untuk calon penumpang pesawat terbang. Di Singapura, Mendagri Tito diberi penghargaan atas kontribusinya dalam menangani terorisme, selama bertugas di kepolisian.

Menteri Pendidikan Singapura Chan Chun Sing dalam siaran persnya yang dikutip Moeslimchoice.com, Rabu (27/10/2021), mengatakan  bahwa Nanyang Technological University (NTU), Singapura, menganugerahkan Penghargaan Alumni Terhormat bagi M Tito Karnavian.

Menurutnya, Tito Karnavian dinilai telah menjalankan tugas dengan sangat luar biasa, baik saat memimpin Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan juga Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri). Keberhasilan Tito dalam menangani terorisme dinilai memberikan kebanggaan kepada almamater.

Tito Karnavian meraih gelar doktor dari NTU pada 2013. Penghargaan Alumni Terhormat diserahkan Menteri Pendidikan Singapura Chan Chun Sing pada malam penghargaan di NTU, Singapura, Sabtu (23/10/2021).

Acara penyerahan penghargaan dilangsungkan secara hybrid karena beberapa alumni tidak bisa datang ke Singapura akibat Pandemi Covid-19.

 "Ada sebuah pepatah Tiongkok yang menyebut tidak boleh melupakan sumber air yang memberikan kehidupan. Saya mengucapkan terima kasih kepada para alumni yang tidak melupakan almamaternya,” ujar Menteri Pendidikan Singapura.

Tito memanfaatkan kesempatan ke Singapura,  untuk membahas kerja sama dan peningkatan hubungan dengan Menteri Pendidikan Singapura Chan Chun Sing. Terutama bagi peningkatan kapasitas tentang kebijakan publik baik untuk para kepala daerah dan lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri.

Menteri Chan mendukung ide yang disampaikan Mendagri. Dia langsung menugaskan Wakil Rektor NTU Prof Ling San, untuk menyiapkan program untuk itu karena pernah memberikan pelatihan untuk kebijakan publik kepada para kepala daerah di China.

Tito menempuh pendidikan doktoral di NTU bidang Studi Stretagis (Strategic Studies) dan lulus pada 2013 dengan predikat magna cum laude. Desertasinya membahas terorisme di Indonesia. Tito juga memperoleh penghargaan dari NTU sebagai alumni berprestasi di bidangnya pada 2016.[ros]


Komentar Pembaca