China Desak Barat Bantu Taliban dan Cabut Sanksi Internasional

Internasional  RABU, 27 OKTOBER 2021 | 06:30 WIB

 China Desak Barat Bantu Taliban dan Cabut Sanksi Internasional

China telah menekan Pemerintahan Sementara Taliban di Afghanistan, agar secara efektif melindungi hak-hak perempuan. China juga kembali menyeru negara-negara Barat yaitu Amerika Serikat (AS) dan Eropa, Afghanistan guna membantunya mengatasi kekacauan ekonomi.

Seruan itu disampaikan Menteri Luar Negeri China Wang Yi, saat ia membahas masalah Afghanistan dalam pembicaraan dua hari dengan para pemimpin Taliban,  yang berakhir hari Selasa (26/10/2021) di Doha, Qatar.

Para pejabat Taliban mengatakan, delegasi tingkat tinggi mereka antara lain Wakil Perdana Menteri Abdul Ghani Baradar dan Menteri Luar Negeri Amir Khan Muttaqi.

Wang Yi mendesak masyarakat internasional agar membantu Afghanistan mengatasi “krisis kemanusiaan, kekacauan ekonomi, ancaman teroris dan kesulitan pemerintahan,” dan mengarahkan negara itu pada jalur pembangunan yang “baik”.

“China mendesak negara-negara Barat secara keseluruhan, yang dipimpin Amerika, agar mencabut sanksi, dan mengimbau semua pihak agar terlibat dengan Taliban Afghanistan secara rasional dan pragmatis,” tambah Wang.

Taliban kembali berkuasa di Afghanistan Agustus lalu, tetapi akses mereka ke aset-aset asing bank sentral Afghanistan sekitar $10 miliar telah ditolak. Sebagian besar aset itu ditahan Bank Sentral Amerika dengan alasan hak asasi manusia dan masalah lain. Pembatasan itu semakin memungkinkan hancurnya ekonomi Afghanistan.

PBB mengatakan perang selama lebih dari 40 tahun dan bencana alam berulang mengakibatkan krisis pangan berkepanjangan, yang mempengaruhi jutaan orang. Para pejabat PBB mengatakan Afghanistan sedang menuju "krisis kemanusiaan terbesar" di dunia dalam musim dingin ini. Karena lebih dari setengah populasi, hampir 23 juta orang, akan menghadapi kelaparan akut kecuali kalau bantuan yang sangat dibutuhkan tiba.

Pernyataan Selasa mengutip Baradar yang meyakinkan Wang bahwa Taliban terus mengambil "langkah-langkah inklusif" dan merekrut personel dari semua etnis Afghanistan untuk berpartisipasi dalam pemerintahan negara pada masa depan.

Sedangkan pejabat Taliban menggambarkan pembicaraan dengan China sebagai bermanfaat, dan bahwa kedua pihak meninjau ulang hubungan diplomatik bilateral, perdagangan dan peluang pendidikan bagi siswa Afghanistan di China.

Dalam pernyataan Juru Bicara Taliban mengatakan, China telah menjanjikan bantuan kemanusiaan tambahan $6 juta, termasuk obat dan pangan.

China telah menjanjikan bantuan sekitar $31 juta ke Kabul, termasuk pasokan makanan. [ros]


Komentar Pembaca