Tidak Ada Kompromi Antara yang Betul dengan yang Batil

Kajian  SELASA, 26 OKTOBER 2021 | 10:40 WIB | Zulfa Fahmi

Tidak Ada Kompromi Antara yang Betul dengan yang Batil

Ustadz Bagya Agung / net

Kontradiksi antara kebenaran dan kebatilan senantiasa ada terus-menerus sejak zaman dahulu. Demikian pula kontradiksi antara orang-orang Mukmin dan orang-orang kafir. Allah Azza wa Jalla berfirman,

 أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ ﴿٢﴾ وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ

"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ”Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan mengetahui orang-orang yang dusta."

(QS. Al-Ankabut: 2-3)

Cobaan dan ujian telah ada sejak zaman dahulu dan merupakan sunnatullah terhadap makhluknya. Allah Azza wa Jalla berfirman,

 وَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّةِ اللَّهِ تَبْدِيلًا

"Dan kamu sekali-kali tiada akan mendapati perubahan pada sunnah Allah."

(QS. Al-Ahzab: 62)

Allah Azza wa Jalla berfirman,

ذَٰلِكَ وَلَوْ يَشَاءُ اللَّهُ لَانْتَصَرَ مِنْهُمْ وَلَٰكِنْ لِيَبْلُوَ بَعْضَكُمْ بِبَعْضٍ

"Apabila Allah
 menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka, tetapi Allah hendak menguji sebagian kamu dengan sebagian yang lain."

(QS. Muhammad: 4)

Maka kami khawatir terhadap agama kami, diri-diri kami, negeri kami, anak-anak kami, dan kepada seluruh kaum Muslimin dari tertimpa musibah karena sebab penyepelean mereka dan menyebabkan mereka mendapatkan hukuman karena peremehan mereka. Dan kami takut agama kita ini berpindah kepada selain kami, dan menjadikan kami merugi.

Maka, kewajiban kita adalah kembali kepada rabb kita, dan mengintropeksi diri kita, berhati-hati terhadap makar dan tipu daya musuh-musuh kita, melipat gandakan semangat dan saling tolong menolong di antara kita di dalam hal kebaikan dan kesabaran, serta menghadapi dengan musuh dengan persenjataan yang bisa membatalkan tipu dayanya...

Alhamdulillah, kita memiliki sesuatu yang bisa menghancurkan setiap _subhat_ (keraguan) dan menolak setiap kebatilan. Kita memiliki kitabullah, kitab yang tidak datang di dalamnya kebatilan, baik dari depan maupun dari arah belakang, yang turun dari Maha Bijaksana dan Maha terpuji. Dan kita juga memiliki Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam , yang diriwayatkan oleh beberapa orang _tsiqah_ (yang terjaga), Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,

 إِنِّيْ تاَرِكٌ فِيْكُمْ مَا إِنْ تَمَسَّكْتُمْ بِهِ لَنْ تَضِلُّوْا بَعْدِيْ : كِتَابَ اللهِ وَسُنَّتِيْ

"Sesungguhnya aku telah meninggalkan kepada kalian sesuatu, apabila kalian berpegang teguh dengannya kalian tidak akan tersesat setelahku, yaitu Kitabullah, dan sunnahku."

(HR. Baihaqi no. 20337)

Al-Irbadh bin Sariyah as-Sulami radhiyallahu anhu mengatakan: “Rasulullah memberikan nasehat kepada kami dengan satu nasehat mendalam yang menjadikan hati menjadi bergetar dan air mata bercucuran. Kami berkata: “Wahai Rasulullah, seakan-akan itu merupakan nasehat perpisahan, “Berilah kami nasehat.“ Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pun bersabda,

أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ, وَإِنْ تَأَمَّرَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ, فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتِلاَفًا كَثِيْرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِيْ وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ عَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ, وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ اْلأُمُوْرِ, فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ

"Aku berwasiat kapada
 kalian agar senantiasa bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat kepada pemimpin, meskipun yang memerintah adalah seorang budak. Sesungguhnya orang yang hidup di antara kalian akan melihat peselisihan yang banyak. Maka, hendaknya kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah khulafa’rasyidin. Peganglah dengan gigi geraham kalian dan berhati-hatilah dengan sesuatu perkara-perkara yang diada-adakan, karena sesuatu yang diada-adakan adalah bid`ah."

(HR. Abu Dawud no. 4607, at-Tirmidzi no. 2676)

Allah Azza wa Jalla berfirman,

الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُنْ مِنَ الْمُمْتَرِينَ

"Kebenaran, itu datangnya dari Tuhanmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu (terhadap kebenaran Allah tersebut.”

(QS. Ali Imran; 60)

Sebaliknya kebatilan itu datangnya dari syaithan musuh Allah Azza wa Jalla dan musuh hamba-Nya yang beriman. Dengan demikian siapa pun yang melakukan sebuah kebatilan bermakna ianya telah mengikuti syaithan yang dilarang Allah Azza wa Jalla...  

Setiap kebathilan itu hukumnya haram karena itu cenderung kepada ajakan syaithan, demikian ketentuan _al-Ahkam al-khamsah._ Karena keduanya saling memiliki sifat yang saling berseberangan maka tidak ada ruang untuk dapat menyatukan antara yang betul dengan yang  batil dalam kehidupan ini dalam dimensi apapun juga. Allah Azza wa Jalla berfirman,

وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

"Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang batil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui."

(QS. Al-Baqarah: 42)

Sampai kapanpun dan apapun yang terjadi, serukanlah selalu yang betul di atas yang batil. Jika dibiarkan orang yang batil terus teriak berbicara, sementara orang yang betul diam, nanti orang yang batil itu lama-lama merasa betul, dan orang yang betul lama-lama merasa batil...

Allah Azza wa Jalla berfirman,

 وَقُلْ جَاۤءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۖاِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوْقًا

"Dan katakanlah kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap. Sungguh, yang batil itu pasti lenyap."

(QS. Al-Isra': 81). [irm]

Oleh : Ustadz Bagya Agung


Komentar Pembaca