Teten Masduki Minta Anies Terus Tingkatkan Daya Saing di Level UMKM

Ekonomi  SENIN, 25 OKTOBER 2021 | 14:10 WIB | Aldi Rinaldi

Teten Masduki Minta Anies Terus Tingkatkan Daya Saing di Level UMKM

net

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Teten Masduki meminta Gubernur Jakarta, Anies baswedan terus meningkatkan daya saing di level UMKM. Mengingat 99,6 persen struktur ekonomi Indonesia di dominasi oleh usaha mikro.

"Karena sekarang ini struktur ekonomi indonesia 99,6 persen itu didominasi oleh usaha mikro," ujar Teten dalam Malam Apresiasi Jakpreneur Fest 2021 di Museum Bank Mandiri, Jakarta, Minggu (24/10).

"Karena saat ini kewirausahaan kita presentasinya baru 3,7 persen. Sementara untuk menjadi negara maju, minimum  4 persen dan rata-rata di negara maju jumlah wirausahanya itu sudah 12 persen, Singapura tetangga kita sudah 8,5, Malaysia dan Thailand sudah diatas 4,5," tambahnya melengkapi.

Teten berpandangan, usaha di level ini kondisinya masih kurang produktif dan daya saingnya masih rendah. Meski demikian beginilah menurutnya gambaran nyata ekonomi yang dimiliki Indonesia.

Maka, perlu melakukan perubahan ke arah yang lebih produktif dan ekonomis. Misalnya mulai masuk ke produk-produk yang berbasis kreatifitas dan inovasi teknologi.

"Dengan cara itu kita bisa membangun ekonomi nasional berbasis ekonomi rakyat, karena itu saya tugas bersama pak Anies, terutama di DKI, yaitu seperti Jakpreneur bagaimana melahirkan wirausahawan-wirausahawan yang baru," tuturnya.

Selain itu, UMKM juga saat ini musti menyesuaikan perkembangan zaman. Mereka kata Teten harus dapat memasarkan produk-produknya secara online.

Dalam data yang dipegangnya, kini total sudah ada sebanyak 16,4 juta UMKM yang 'go digital'. Jumlah ini terus naik bila dibanding tahun lalu.

Namun untuk terus meningkatkan jumlahnya, menurut Teten memerlukan kolaborasi semua pihak.

"Saat ini sudah hampir 16,4 juta UMKM kita ynag sudah terhubung ke ekosistem digital, ini naik lebih dari 100 persen kalau kita bandingkan dengan 2020 yang baru mencapai 8 juta," terangnya.

"Karena yang kita sasar ini, kan tinggal yang mikro-mikro bagaimana terhubung ke ekosistem digital. Kita perlu kerja bareng dengan pemerintah daerah, dengan e-comerce, dengan juga para pendamping untuk melakukan literasi digital, mengkurasi produk, memperbaiki branding dan sebagainya. Supaya UMKM kita bisa segera "go digital"," sambungnya.

Teten memastikan pihakya terus mengamati perkembangan UMKM di Indonesia. Ia mengaku bakal melakukan peningkatan kapasitas terhadap UMKM yang memiliki potensi.

"Jadi target kita nanti bidik mana usaha-usaha mikro kecil yang bisa kita scalling-up, Kami sudah menyelesaikan Perpres Kewirausahaan yang ini nanti dengan pendekatan inkubasi kita akan hunting mana pelaku-pelaku usaha yang kita bisa tingkatkan kapasitas usahanya, daya saing produknya," pungkas Teten. [irm]


Komentar Pembaca