Untuk Hadapi Tantangan, Yenny Wahid Sebut Peran Santri Dibutuhkan

Nasional  MINGGU, 24 OKTOBER 2021 | 03:13 WIB | Sunarya Sultan

Untuk Hadapi Tantangan, Yenny Wahid Sebut Peran Santri Dibutuhkan

Foto/net

MoeslimChoice | Peran santriwan dan santriwati dibutuhkan untuk menghadapi tantangan terbesar umat manusia. Hal tersebut disampaikan Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid saat memberikan pidato kunci pada acara C-Talk The power of Santriwati bertema 'Santriwati berdaya, Indonesia Damai' secara virtual pada Sabtu (23/10/2021).

Kata Yenny, santriwan dan santriwati perannya sangat dibutuhkan mengingat ada tantangan besar yang sedang dihadapi oleh umat manusia. Salah satu tantangan terbesarnya adalah menguatnya persoalan identitas di dunia.

"Baik itu identitas agama, identitas ras, identitas politik dan lain sebagainya, di mana orang cenderung mengedepankan identitasnya sendiri dan kemudian berakibat pada terdiskriminasinya orang lain," jelas Yenny dalam pidatonya di acara The power of Santriwati dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional, Sabtu (23/10/2021).

Menurut dia, Islam adalah agama yang paling pesat perkembangannya di Amerika Serikat (AS), termasuk di berbagai belahan dunia. Artinya banyak sekali orang yang berbondong-bondong masuk Islam. Muncul pertanyaan mengapa orang berbondong-bondong masuk Islam terutama di AS.

Saat ini, imbuh Yenny, ada sekitar 5 persen dari 300 juta lebih penduduk AS yang beragama Islam. Islam dipeluk banyak orang dan banyak orang pindah agama ke Islam. Salah satu penyebabnya karena pesan Islam terkait kesetaraan, baik kesetaraan ras maupun kesetaraan gender.

Disebutkan Yenny, latar belakang masyarakat AS rentan, masih ada perbedaan perlakuan terhadap kelompok kulit putih dan kulit hitam. Orang-orang kulit hitam di AS dalam sejarahnya banyak mengalami diskriminasi.

"Tiba-tiba (mereka) kenal agama Islam, di agama Islam diajarkan bahwa tidak ada diskriminasi berdasarkan warna kulit, mau kulitnya putih, hitam, kuning, sipit matanya, rambutnya keriting atau lulus, semua sama kedudukannya di mata Allah, yang membedakan adalah derajat dan ketakwaannya," terang dia.

Yenny menambahkan, terkait kesetaraan adalah pesan Islam yang sangat menarik sekali. Sehingga membuat banyak orang berbondong-bondong masuk Islam di AS.

Dia melanjutkan, demikian juga persoalan kesetaraan gender, di agama Islam tidak ada yang membedakan laki-laki dan perempuan. Sebab di mata Allah sama, yang membedakan adalah ketakwaannya.

"Namun ini PR-nya untuk para santriwan dan santriwati, kita ada kecenderungan lain yang terlihat terutama di negara di mana populasi Muslim yang kuat, ini ada saudara-saudara kita yang kemudian justru mencoba untuk melakukan diskriminasi terhadap kelompok-kelompok non Muslim," terang dia.

Menurut Yenny, pesan utama Islam tentang kesetaraan dan penghormatan terhadap semua manusia. Itu adalah pesan yang paling kuat di banyak negara, sehingga orang berbondong-bondong masuk Islam.

"Tapi mungkin kita lihat di sekeliling kita masih banyak orang yang melakukan diskriminasi terhadap orang lain, sehingga boro-boro melakukan dakwah membuat orang bisa mendapatkan hidayah dari Allah melalui wasilahnya. melalui lisan kita, melalui perbuatan kita, tapi yang terjadi adalah orang justru antipati terhadap Islam, karena ada kelompok Muslim kecil sekali yang justru melakukan diskriminasi terhadap kelompok non Muslim di negara kita," pungkas dia.

Yenny menyebut persoalan ini adalah PR bagi semua pihak. Terutama bagi santriwan dan santriwati yang ada di Indonesia. [ary]


Komentar Pembaca