Hari Libur Digeser, Pengamat Menilai Pemerintah Tidak Konsisten Dalam Menangani COVID-19

Nasional  RABU, 20 OKTOBER 2021 | 10:40 WIB | Aldi Rinaldi

Hari Libur Digeser, Pengamat Menilai Pemerintah Tidak Konsisten Dalam Menangani COVID-19

Ilustrasi

Pengamat Politik Ujang Komarudin enggan banyak berkomentar terkait pergantian hari libur yang ditetapkan pemerintah disetiap hari kejepit dikala pandemi wabah virus corona (COVID-19).

Namun demikian ia menilai, bahwa pergantian hari libur yang ditetapkan pemerintah untuk menghindari adanya kumpul-kumpul masyarakat yang dianggap dapat menyebarkan COVID-19.

"Ya saya tidak tau ya, mungkin karna ini terkait dengan penanganan corona juga ya, mungkin kalau tidak digeser masyarakat akan banya berkumpul, banyak yang pulang mungkin akan dianggap ikut menyebarkan penularan covid keliatannya ke arah sana," kata Ujanh kepada kantor berita MoeslimChoice.com, Selasa (19/10).

Lanjut, Direktur Indonesia Political Riview (IPR) ini pun juga menilah bahwa pemerintah tidak konsisten dalam menangani wabah virus COVID-19 dikala hari libur nasional. Sehingga, kata Ujang Masyarakat urung mendengarkan apa kebijakan yang ditetapkan pemerintah.

"Ya itu lah masyarakat tidak mendengarkan pemerintah jarang juga yang mendengar karna kadang-kadang yang dilakukan pemerintah juga tidak konsisten," ujar Ujang.

Terkait hal itu, Guru Besar Universitas Al-Azhar ini pun kembali menegaskan, bahwa pemerintah telah gagal membangun revolusi mental.

"Kalau revolusi mental dari dulu gausa kita bicarakan sudah  gagal sudah kelamaan gada sama sekali respon gada apa revolusi mental sudah gagal sejak lama makanya gapernah diangkatkan," pungkas Ujang. [Irm]


Komentar Pembaca