Perayaan Maulid Nabi Bid'ah dan Sesat? Ini Kata Gus Miftah..

Islamtainment  SELASA, 19 OKTOBER 2021 | 18:05 WIB | Aldi Rinaldi

Perayaan Maulid Nabi Bid'ah dan Sesat? Ini Kata Gus Miftah..

Penceramah Miftah Maulana Habiburrahman yang biasa disapa Gus Miftah memberikan penjelasannya mengenai hukum Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW pada setiap Tanggal 12 Rabi'ul Awal.

Pada tahun 1443H, Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW bertepatan hari ini, Selasa 19 Oktober 2021.

Melalui unggahan Instagram milik pribadinya, Gus Miftah mengungkapkan, sebagai penceramah dirinya kerap ditanya soal hukum merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW.

"Saya sering ditanya apa dalil perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW," kata Gus Miftah dalam unggahan video Instagram milik pribadinya @gusmiftah yang dikutip Kantor Berita Moeslimchoice,com, Selasa (19/10/2021).

"Bahkan ada sebagian orang yang mengatakan bid'ah, sesat dan sebagainya," sambung dia.

Lebih lanjut Gus Miftah menegaskan, ketika ditanya soal dalil Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, dirinya sama sekali tak perlu dalil.

"Ketika ada orang yang bertanya kepadamu, tolong carikal dalil sahih tentang Maulid Nabi Muhammad SAW. Maka dengan tegas menjawab saya tidak butuh dalil untuk mencintai Muhammad SAW, sebagaimana Nabi Muhammad SAW tidak perlu syarat untuk mencintai umat-Nya," jelasnya.

Tidak perlu dalil, kata Gus Miftah, untuk mencintai Rasulullah Muhammad SAW.

Ditegaskannya,"Pantaskah syafaat diberikan ketika mencintainya saja masih memerlukan dalil?"

Pendiri Pondok Pesantren Ora Aji ini juga menjelaskan, bahwa Perayaan Maulid Nabi baginya adalah bentuk kecintaan kepada Rasulullah Muhammad SAW.

Meski begitu, lanjut dia, siapa pun boleh berbeda pendapat soal Perayaan Maulid Nabi.

"Anda tidak setuju? Itu urusanmu, tapi jangan ganggu saya mencintai Nabi," tegasnya.

Selain itu, di kolom keterangan unggahannya ia juga menuliskan dalil soal kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Menurutnya, Imam Muslim meriwayatkan (No. 1162) dari Abu Qatadah Al-Anshari radhiallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ditanya tentang puasa pada hari Senin, beliau bersabda yang artinya:

"Pada hari itu aku dilahirkan dan pada hari itu diturunkan kepada (Al-Quran)," terang Gus Miftah.

Siapa pun, menurut Gus Miftah, sah-sah saja berbeda pendapat soal hukum perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

"Boleh kok berbeda, biasa ajalah. Prinsip saya il ikhtifal bil maulidis Syarif la yahtaju ila hadisin shohih, bal yahtaju ila qolbin shohih," tulisnya dalam akun instagram pribadinya.

"Perayaan Maulid Nabi yang agung tidak membutuhkan hadist shahih, tetapi membutuhkan hati yang shahih," tandasnya

"Ini aku….. No debat!!!," pungkas Gus Miftah. [ros]


Komentar Pembaca