Ratusan Perlintasan Ilegal Rel KA di Sumbar Ditutup

Daerah  SELASA, 19 OKTOBER 2021 | 01:48 WIB | Sunarya Sultan

Ratusan Perlintasan Ilegal Rel KA di Sumbar Ditutup

Foto/net

MoeslimChoice | Berdasarkan catatan, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Wilayah Sumbar, Suranto, menyebut telah melakukan penutupan 272 jalur perlintasan ilegal sepanjang tahun 2019-2021. Mayoritas yang ditutup berada pada jalur antara Padang-Pariaman.

Menurut Suranto, pihaknya sudah memiliki sejumlah program untuk peningkatan keselamatan khususnya di perlintasan sebidang maupun akses rumah atau ruko ke jalur kereta api.

"Dari 2019 hingga 2021 sudah 272 perlintasan atau akses rumah dan ruko yang ditutup. Kami telah dan sedang membangun pintu perlintasan. Dalam waktu dekat akan membangun 12 hingga 25 pintu perlintasan lagi. Kemarin yang sudah dibangun ada 13 pintu perlintasan,” jelas Suranto, Senin (18/10/2021).

Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Wilayah Sumbar, kata dia masih terus mengidentifikasi perlintasan ilegal. Bagi perlintasan yang memang dibutuhkan masyarakat, akan dibangunkan palang pintu.

"“Kita masih menunggu rekomendasi titik-titik tersebut. Targetnya kita bisa selesaikan sampai akhir tahun 2022,” terang dia.

Selain itu, imbuh Suranto, kebijakan lain yaitu pihaknya akan membangun beberapa titik early warning system (EWS) di perlintasan-perlintasan kecil yang tidak dilengkapi palang pintu. Kemudian membuat pagar dari rel di beberapa titik yang hilang dan dijadikan akses oleh masyarakat rumah dan ruko.

Sebagai informasi, satu unit mobil berisi satu keluarga ringsek akibat dihantam kereta api. Kecelakaan dengan kereta api terjadi di Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumbar, Sabtu (16/10/2021) siang.

Suranto mengimbau agar masyarakat selalu waspada saat menyebrangi rel kereta api. [ary]


Komentar Pembaca