Jadikan Jakarta Sejajar Kota di Dunia, Pemprov DKI Akan Bangun Simpang Temu Dukuh Atas

Nasional  KAMIS, 14 OKTOBER 2021 | 14:10 WIB | Aldi Rinaldi

Jadikan Jakarta Sejajar Kota di Dunia, Pemprov DKI Akan Bangun Simpang Temu Dukuh Atas

net

Pemprov DKI Jakarta akan membangun Simpang Temu (transport hub) Dukuh Atas yang berlokasi di lahan bekas Pasar Blora, Menteng, Jakarta Pusat.

Proses konstruksi direncanakan mulai dilaksanakan pada Oktober 2021 dan ditargetkan selesai pada Maret 2023.

Pembangunan ini merupakan kolaborasi PT MRT Jakarta, Perumda Pasar Jaya, PT Pembangunan Perumahan (Persero) dan para pemangku kepentingan lainnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, Simpang Temu tersebut merupakan salah satu fasilitas yang dibangun di Kawasan Berorientasi Transit (KBT) Dukuh Atas. Sementara, penamaan "Simpang Temu" ini merupakan simbol dari tempat bertemunya banyak moda transportasi.

Lanjut Anies, pembangunan kawasan ini diharapkan bisa mencerminkan orientasi masa depan, yang menjadi pemicu regenerasi perkotaan, sehingga Jakarta sejajar dengan kota-kota besar lain di dunia dan sebagai perwujudan dari liveable city.

"Titik ini di kawasan Dukuh Atas menjadi kawasan pertama, di mana kita lakukan pembangunan dengan konsep berorientasi transit," ujar Anies.

Desain Simpang Temu Dukuh Atas adalah hasil dari sayembara yang berorientasi pada pejalan kaki, pengguna sepeda, serta ruang terbuka publik yang dapat digunakan masyarakat beraktivitas.

Menurutnya, pembangunan ini bisa menjadi momentum perubahan sistem transportasi Jakarta, dari car oriented menjadi public transport oriented.

Simpang Temu ini bertujuan untuk menciptakan perubahan suasana baru, di mana pembangunan yang terdiri dari 2 basement dan 11 lantai ini, memiliki fungsi mixed use.

"Dalam hal ini bisa sebagai perkantoran, retail dan transit plaza berupa drop-on/drop-off Transjakarta dan ojek daring, serta rencana tahap selanjutnya untuk dihubungkan dengan Stasiun KCI Sudirman," tambah Anies.

Dengan menggunakan pendekatan transportasi umum terintegrasi, lanjut dia, maka warga Jakarta akan memiliki kemudahan dalam memperoleh akses transportasi baik dari segi fasilitas maupun biaya.

"Jadi, Kota Jakarta bisa lebih ramah lingkungan karena polusi terkurangi," pungkas Anies.

Simpang Temu Dukuh Atas akan dibangun di atas tanah seluas 3.129 meter persegi berdasarkan sertifikat lahan, yang akan digunakan untuk pembangunan sekitar 2.445 meter persegi pada lahan Perumda Pasar Jaya. Kemudian, PT MRT Jakarta akan melakukan skema sewa lahan.[irm]


Komentar Pembaca