Ini Jumlah Denda Pelanggar Prokes Covid-19 di Kota Surabaya

Daerah  KAMIS, 14 OKTOBER 2021 | 03:13 WIB | Sunarya Sultan

Ini Jumlah Denda Pelanggar Prokes Covid-19 di Kota Surabaya

Foto/net

MoeslimChoice | Ribuan pelanggar protokol kesehatan (prokes) di wilayah Kota Surabaya telah ditindak Satgas Penanganan Covid-19 Kota Surabaya selama pandemi Covid-19. Dari penindakan itu, jumlah denda yang terjaring mencapai miliaran rupiah.

Jumlah denda yang terkumpul kata Koordinator Penegak Hukum dan Kedisiplinan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Eddy Christijanto mencapai Rp3,7 miliar.

"Denda administrasi yang kami kumpulkan total dari laporan keuangan itu hampir Rp3,7 miliar," ujar Eddy, Rabu (13/10/2021).

Berdasarkan data yang dimiliki, ungkap Eddy, setidaknya ada sebanyak 24 ribu pelanggar prokes selama pandemi Covid-19. Terdiri dari pelanggar perorangan hingga tempat usaha.

"Pelanggar prokes sampai dengan hari ini sebanyak 24 ribu, baik perorangan maupun tempat usaha. Khusus untuk tempat usaha yang melanggar prokes sebanyak 870 tempat usaha," jelas dia.

Ribuan pelanggar prokes tersebut kebanyakan adalah orang yang mengabaikan pentingnya penggunaan masker. Kemudian disusul dengan warga yang melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya kerumunan.

"Tetapi yang paling mendominasi adalah warga abai dalam menggunakan masker," terang Kepala Satpol PP Kota Surabaya ini.

Para pelanggar prokes tersebut menurut dia tetap dikenakan sanksi berupa kegiatan Tour Of Duty ke pemakaman Covid-19, melakukan kerja sosial, denda administrasi, hingga penutupan tempat usaha.

"Kami tetap memberikan sanksi, baik denda administrasi maupun denda yang lainnya. Kemudian tempat usaha yang melanggar prokes juga kami lakukan penutupan," pungkasnya.

Selain itu, dia juga tetap meminta jajarannya untuk mengutamakan pendekatan edukasi yang humanis dan beretika. Sebab ia yakin warga Kota Surabaya bisa mengubah perilaku dengan lebih baik bila caranya tepat.

"Tujuan kami untuk mengedukasi masyarakat soal perubahan perilaku membiasakan penerapan protokol kesehatan ini bisa tercapai dengan baik," tutup dia. [ary]


Komentar Pembaca