DPR Minta Temuan PPATK Soal Rekening Jumbo Sindikat Narkoba Rp120 Trililun Ditindak Lanjut Lebih

POLKAM  KAMIS, 14 OKTOBER 2021 | 10:40 WIB

DPR Minta Temuan PPATK Soal Rekening Jumbo Sindikat Narkoba Rp120 Trililun Ditindak Lanjut Lebih

Anggota Komisi III DPR RI Adde Rosi Khoerunisa/Net

MoeslimChoice. Anggota Komisi III DPR RI Adde Rosi Khoerunisa memberikan apresiasi atas kinerja Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang telah membuat laporan hasil analisis terkait transaksi keuangan hasil kejahatan narkoba senilai Rp 120 Triliun.

Adde mengatakan kalau disini PPATK telah berkerja secara cermat dan progressif dalam mendeteksi laporan transaksi tersebut. Jumlah tersebut merupakan temuan terbesar PPATK sepanjang didirikannya lembaga tersebut.

"Saya terlebih dahulu mengapresiasi kinerja PPATK sebagai intelegen keuangannya negara, ini sebuah prestasi luar biasa, dan sebagai mitra kerja komisi III, saya sekali lagi memberikan apresiasi," kata Adde kepada wartawan, Kamis (14/10).

Seperti diketahui, kini PPATK telah menyerahkan laporan hasil analisis tersebut kepada lembaga terkait yakni Kepolisian (Polri) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk ditindaklanjuti.

Untuk itu, Politisi Golkar tersebut memberikan rekomendasi kepada ketiga lembaga tersebut untuk terus bekerja secara profesional dan proporsional sesuai mandat Undang-Undang. 

"Ditambah saat ini informasi tersebut telah menjadi konsumsi publik," tuturnya.

Maka dari itu sebagai mitra kerja komisi III, perlu adanya tindak lanjut dari laporan tersebut. Adde meminta lembaga manapun yang berwenang menanganinya, untuk bekerja secara transparan dan akuntabel.

"Perlu ada tindak lanjut supaya publik lebih mengetahui terkait persoalan ini dan supaya tidak ada keresahan publik," ujarnya.

Adde juga menekankan jangan hanya fokus pada besarnya transaksi narkoba. Namun harus disadari bahwa konsolidasi bandar narkoba bisa merusak generasi muda.

Ditambah adanya dugaan kalau Indonesia saat ini bisa jadi alternatif pengalihan transaksi narkoba dari para bandar narkoba di Asia.

"Saya menduga Indonesia menjadi 'surga pengalihan transaksi narkoba' dari para bandar di Asia, akibat kerasnya negara tetangga kita Filipina dalam memerangi bandar narkoba," tutupnya.[tyo]


Komentar Pembaca