KH Said Aqil Siradj Didukung Kiai Sepuh Kembali Pimpin PBNU

POLKAM  RABU, 13 OKTOBER 2021 | 13:10 WIB

KH Said Aqil Siradj Didukung Kiai Sepuh Kembali Pimpin PBNU

KH Said Aqil Siradj mendapat dukungan dari banyak kiai sepuh Nahdlatul Ulama (NU), untuk melanjutkan kepemimpinannya sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Demikian dikatakan Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, di mana ia menyebut dukungan untuk Kiai Said itu ditujukan terkait Muktamar Ke-34 NU di Lampung pada Desember 2021.

"Sosok KH. Said Aqil Siradj mewakili harapan dari 'kasepuhan' yang semantiasa dapat terus menjaga dawuh dan tradisi para kiai pesantren. Sosok KH Said Aqil Siradj oleh banyak Kiai Sepuh dan kalangan NU diminta untuk melanjutkan kepemimpinannya sebagai Ketum PBNU berikutnya di Muktamar Lampung pada Desember 2021 mendatang," katanya kemarin, Selasa (11/10/2021).

Dikatakan Helmy bahwa melihat tantangan Indonesia dan dunia dalam menghadapi gerakan radikalisme dan terorisme global, dibutuhkan sosok pemimpin NU yang tangguh dan kokoh dalam pemahaman dan penanaman ideologi Islam ahlussunnah waljamaah dengan berpegang teguh pada ideologi Pancasila.

Kepemimpinan Kiai Said, kata dia, telah menorehkan sejumlah legacy penting NU. Seperti di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan kemanusiaan.

"Seperti berdirinya Universitas NU, bidang kesehatan dengan berdirinya sejumlah Rumah sakit NU, bidang ekonomi dan filantropi kemanusiaan melalui Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf atau ZISWAF melalui Lazisnu dan lain sebagainya," ungkapnya.

Dinilai Helmy, selama ini KH Said Aqil juga sudah melakukan regenerasi yang luar biasa di tubuh PBNU. Sudah banyak tokoh-tokoh muda NU yang mengisi posisi strategis di PBNU selama lima tahun belakangan.

"Beberapa nama-nama seperti KH. Ahmad Ishomuddin, KH. Abdul Moqsith Ghazali, KH. Marsudi Syuhud, Kiai Afifuddin Dimyathi hingga Kiai Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha mengisi posisi penting di PBNU," ungkapnya.

Dia menambahkan, pada periode ketiga nanti Kiai Said akan banyak mengisi kiai milenial untuk ikut dalam kepengurusan PBNU akan datang. "Misalnya Prof Nadirsyah Hosen, Gus Baha, Gus Kautsar (Kediri), Gus Miftah, Gus Muwafiq, Gus Salam Shohib (Jombang) & Gus Yusuf Chudlori," kata Helmy. [ros]


Komentar Pembaca