Vaksinasi 10 Persen Siswa Madrasah Mataram Tidak Diizinkan

Daerah  RABU, 13 OKTOBER 2021 | 03:27 WIB | Sunarya Sultan

Vaksinasi 10 Persen Siswa Madrasah Mataram Tidak Diizinkan

Foto/net

MoeslimChoice | Sekitar 10 persen siswa madrasah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat tidak mendapat izin vaksinasi Covid-19 dari orang tua dengan berbagai alasan.

"Cakupan vaksinasi tahap pertama dari sekitar 6.000 target sasaran vaksinasi Covid-19 untuk siswa madrasah usia 12-17 tahun sekitar 90 persen dan 10 persen belum divaksinasi karena tidak dapat izin dari orang tua," ungkap Kepala Kepala Kantor Kemenag Kota Mataram HM Amin, Selasa (12/10/2021).

Namun untuk cakupan vaksinasi kedua datanya belum dilaporkan. Kegiatan vaksinasi Covid-19 dosis kedua untuk siswa madrasah sedang berjalan, baik dari tim TNI/Polri maupun tim dari puskesmas terdekat di masing-masing madrasah.

Salah satu alasan orang tua dari sekitar 10 persen siswa madrasah yang belum divaksinasi menurut Amin karena siswa tersebut sakit atau mengidap penyakit tertentu. Terkait hal ini Kemenag tidak putus asa dalam upaya mencapai target 100 persen vaksinasi untuk siswa madrasah.

Kepala madrasah dimintanya untuk terus melakukan sosialisasi dan edukasi terhadap orang tua dan siswa tersebut. "Minimal siswa bisa ikut skrining, sehingga ada rekam medis yang jelas dari tim kesehatan yang menjadi alasan kuat siswa tersebut tidak bisa divaksinasi," pungkas dia.

Untuk rencana pembelajaran tatap muka (PTM) setelah vaksinasi tahap dua rampung, Amin menyebut tidak berani gegabah mengambil keputusan. Sejauh ini pelaksanaan PTM di madrasah masih mengacu pada regulasi PPKM level tiga yakni dengan kapasitas ruang kelas 50 persen, meskipun, Mataram sudah level dua.

"Untuk PTM 100 persen, kita tunggu kondisi normal dan keputusan dari Satgas Covid-19," tutup dia. [ary]


Komentar Pembaca