Bertemu Kapolda Maluku, Adang Daradjatun Cs Temukan Fakta Ini..

POLKAM  SELASA, 12 OKTOBER 2021 | 22:10 WIB

Bertemu Kapolda Maluku, Adang Daradjatun Cs Temukan Fakta Ini..

Komisi III DPR RI yang terdiri dari Pangeran Khairul Saleh, Komjen (Purn ) Drs H Adang Daradjatun, H  Agung Budi Santoso, Heru Widodo, H Santoso, I Wayan Sudirta, dan Effie Zakaria Idris pekan lalu melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Provinsi Maluku.

Salah satu agenda dalam kunker tersebut, Komisi III DPR RI ini berkunjung ke Kapolda Maluku Irjen Pol Refdi Andri pada Jumat lalu. Dalam kesempatan itu, Kapolda mengakui, ada kesulitan yang dirasakan masyarakat atau generasi muda ketika hendak mengikuti seleksi Polri di Polda Maluku.

Menurut Kapolda, kesulitan itu disebabkan proses seleksi yang digelar terpusat di Ambon. Sementara, Maluku terdiri dari pulau-pulau yang bahkan moda transportasi laut cukup sulit untuk menjangkau ke Ibu Kota Provinsi Maluku tersebut.

"Maluku terdiri dari pulau-pulau. Tentu, ini cukup berdampak bahkan menyulitkan masyarakat ketika akan mengikuti tes masuk Polri disini,” kata Irjen Pol Refdi

Dikatakannya, jika proses pelaksanaan seleksi masih tetap terpusat di Mapolda Maluku, maka ini akan berpengaruh pada pendaftaran peserta seleksi. Peserta yang mendaftar tidak akan sama banyaknya dengan wilayah lain di Indoensia.

“Makanya kami minta, kalo bisa seleksi juga dilaksanakan di Polres kabupaten/kota. Nanti pada beberapa tahapan seleksi akhir baru itu dilakukan di Polda Maluku,” ucapnya di hadapan tim komisi yang dipimpin Pangeran khairul Saleh itu.

Menurut Kapolda, ada 1.400 lebih pulau yang tersebar di Maluku. Dengan pulau sebanyak itu, jumlah polisi di Maluku hanyalah 8000 dari jumlah idealnya 14.000 personel.

"Berarti kekurangan 6000 orang personel. Ini akibat dari kesulitan yang dihadapi masyarakat, sehingga tak banyak yang mampu ke Ambon untuk mengikuti seleksi Polri," ungkap Kapolda.

Selain kurangnya personel, Polda Maluku juga kekurangan akan jumlah perwira. Semua pejabat di Polda Maluku menyandang jabatan B2 sehingga peluang untuk sekolah berkurang.

Menanggapi itu, Pangeran Khairul Saleh menyatakan pertemuan bersama Kapolda Maluku ini akan menjadi catatan Komisi III DPR. Saat rapat kerja bersama Kapolri, catatan tersebut akan disampaikan terutama soal penerimaan calon Polri, keperluan jumlah kapal serta personel.

“Buatkan data riilnya untuk menjadi bahan rapat kami nanti,” pintanya.

Pertemuan itu dihadirai para pejabat utama Polda Maluku, Kepala BNNP Maluku Brigjen Pol Drs. Rahman Nursahid, serta Kapolresta Pulau Ambon dan jajaran yang ikut secara virtual. [ros]


Komentar Pembaca