Dirut Pertamina Masuk Jadi Salah Satu Perempuan Berpengaruh di Dunia versi Majalah Fortune

Ekonomi  SELASA, 12 OKTOBER 2021 | 18:30 WIB | Aldi Rinaldi

Dirut Pertamina Masuk Jadi Salah Satu Perempuan Berpengaruh di Dunia versi Majalah Fortune

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati/Net

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati kembali mendulang prestasi dan pengakuan intenasional dengan masuk dalam 100 perempuan paling berpengaruh di dunia (Most Powerful Women International) versi majalah Fortune. 

Diketahui, perempuan berdarah Jawa Barat itu menempati pringkat ke-17 dari 100 perempuan yang berpengaruh di dunia. 

"Pengakuan ini merupakan bukti nyata besarnya kepercayaan internasional terhadap Pertamina yang terus bergerak mengantisipasi transisi energi," ujar Nicke dalam siaran persnya yang dikutip moeslimchoice.com, Selasa (12/10). 

Majalah Fortune Internasional menilai Nicke mampu melewati tantangan triple shock yaitu jatuhnya harga minyak, penurunan permintaan bahan bakar, dan tekanan nilai tukar yang dialami Pertamina semasa pandemi pada tahun 2020. 

Lanjut, Nicke mengatakan, pengakuan Majalah Fortune merupakan bukti nyata besarnya kepercayaan internasional terhadap Pertamina. 

"Bersama seluruh manajemen dan pekerja Pertamina, saya akan memastikan seluruh inisiatif strategis untuk mewujudkan greentransition terus berlanjut dan mampu mencapai target pengurangan emisi gas rumah kaca antara 29-41 persen pada tahun 2030," tandas Nicke. 

Penilaian atas implementasi aspek Environment, Social & Governance (ESG) Pertamina telah meningkat dari skor 41,6 atau termasuk kategori Several Risk (Februari 2021), menjadi 28,1 (Medium Risk) pada September 2021. 

Lebih lanjut, Nicke mengungkapkan bahawa ia telah mencanangkan dan menjalankan transisi energi serta langkah dekarbonisasi pada operasional perusahaan dari hulu hingga hilir. 

Pertamina menyebut, perbaikan nilai tersebut telah menempatkan BUMN migas tersebut di peringkat 15 perusahaan di industri dan peringkat 8 Sub-Industri Migas dunia. 

Kemudian, Nicke mengatakan posisi Pertamina tersebut sama dengan perusahaan global Repsol, ENI, PTT Public Co, dan TotalEnergies. Posisi tersebut berada di atas, Royal Ducth Shell, BP, Exxon Mobil yang masih terkategori High Risk dan Chevron, Petrobras dan Petronas yang dinilai masuk kategori Severe Risk.[tyo]


Komentar Pembaca